Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Empat Dosen UHO Lakukan Pengabdian Kepada Masyarakat di Kelurahan Anduonohu

195
Dosen UHO disela-sela melakukan peninjaun pembuatan kompos di RHN.
KENDARI, BKK – Empat dosen Universitas Halu Oleo (UHO) melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan memberdayakan  penjual kelapa di Kota Kendari serta Rumah Hijau Nusantara (RHN / komunitas peduli limbah khususnya kulit kelapa) bertempat di Kelurahan Anduonohu.
Pengabdian ini, ditangani langsung UHO melalui Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM). Dimana, keempat dosen tersebut yaitu, Dr Murnia Nia SE MSi, Rahmanpiu SPd MSi, La Malesi SPt MSi serta Syamsul Alam Fyka SP MSi.
Ketua PKM UHO, Dr Murnia Nia SE MSi mengatakan, PKM ini merupakan bagian dari pengamalan tridarma Perguruan Tinggi (PT) yang wajib dijalankan setiap dosen, baik itu pendidikan dan pengajaran; penelitian; serta PKM, yang seyogyanya berjalan secara bersamaan.
Tentunya, visinya sendiri bagaimana menginplementasikan dan membina masyarakat langsung, sehingga masyarakat mendapatkan manfaat dari pengabdian yang dilakukan dosen.
Ia menjelaskan, pengabdian yang dijalankan ini memanfaatkan limbah penjual kelapa  di Kendari, yang terbilang sangat banyak dan kurang termanfaatkan dengan baik, kata dia, limbah tersebut selanjutnya dikelola oleh RHN disulap menjadi pupuk kompos yang bermanfaat menjadi media tanam sekaligus  memberikan nutrisi yang baik pada tanaman khususnya Hortikultura (tanaman buah dan sayur-sayuran).
“Kita pernah lakukan uji coba (sayur dan buah). Alhamdulillah hasilnya juga sangat baik. Apalagi  Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kendari, sempat tertarik dengan apa yang kita sudah lakukan,” ujarnya, Rabu (27/11).
Lanjutnya, pengabdian ini juga sejalan dengan apa yang digalakan pemerintah dengan pengembangan pertanian dalam kota (Garden city). Melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI).
Salah satu komoditi yang diuji cobakan yang diberi pupuk kompos berbahan baku sabut kelapa. (FOTO: SUMARDIN/BKK)
“Ia berharap, ketika masyarakat berkunjung di RHN dapat menginspirasi masyarakat, sehingga lahan-lahan kosong dipekarangannya dapat dimanfaatkan dengan baik. Apakah untuk tanaman buah atau sayuran,” ucapnya.
Salah satu mitra pengabdian, Ketua RHN, Usman SP MP menuturkan, RHN sendiri merupakan bimbingan pengelolaan limbah kulit kelapa khususnya yang muda, yang bermitra dengan dosen UHO yang melakukan pengabdian. Beber dia, limbah kulit kelapa sebagai tambahan pupuk organik untuk meningkatkan kualitas pupuk yang di produksi.
“Tercatat hampir semua pedagang kelapa muda tidak mempunyai lokasi yang tetap dan terpusat. Sehingga, penanganan kulit kelapa cenderung sangat sulit,” tuturnya.
Lebih jauh, kata dia, terealisasinya kegiatan ini (pengabdian) dapat menekan penumpukan sampah, biaya operasional serta menciptakan nilai tambah ekonomi pada sampah yang sudah di produksi menjadi kompos.
“Dengan memanfaatkan limbah sampah tersebut dapat  meningkatkan kesejahteraan warga Kelurahan Andounohu khususnya yang tergabung dalam komunitas RHN,” pungkasnya. (cr1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

// Prints content with layout that is selected in panels. // Location: "views/general/post/style-*.php"