Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Tak Direkomendasikan Golkar, Surunuddin Tanggapi Santai

103
Surunuddin. (AINI/BKK)

KENDARI, BKK – Bupati Konawe Selatan (Konsel) Surunuddin Dangga menanggapi santai perihal keputusan DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang lebih memilih untuk mengusung Ketua DPRD Konsel Irham Kalenggo dibanding dirinya maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Konsel 2020.

“Itu kan keputusan DPP Golkar, semua kader pun silahkan. Artinya kita tetap mengikuti prosedur yang ada, sampai saat ini saya masih sebagai kader, bukan pengurus. Kembali kita serahkan bagaimana keputusan dari DPP,” ujar Surunuddin, Senin (16/3).

Ia mengaku, tidak masalah jika seandainya DPP Golkar memang tidak mengusulkan namanya. Pasalnya, ia telah mengantongi beberapa partai seperti NasDem dengan 5 kursi, Hanura 2 kursi, PKB 2 kursi, PKS 1 kursi, dan PBB 1 kursi.

“Artinya, Insya Allah sudah ada 11 kursi, sedangkan di Konsel syarat minimal pencalonan itu 7 kursi. Bahwa keterbukaan partai politik (parpol) lain ingin mengusung saya, karena selama jadi Bupati Konsel saya selalu membuka ruang kepada semua parpol,” akunya.

“Terlihat dari pemilu kemarin, rata-rata bertambah kursi semua. Kita buka ruang semuanya. Sehingga, Alhamdulillah saya bisa diterima oleh semua pihak,” ungkapnya.

Terhadap Golkar, Surunuddin tak terlalu mempermasalahkan, karena tak lagi menjabat ketua DPD II Golkar Konsel. Sebab jika ia masih menjadi ketua partai, Surunuddin bilang, ada beban untuk memenangkan kursi sebanyak mungkin.

“Saya kan bukan ketua partai lagi, ini enaknya. Karena kalau ketua partai, dia pasti berpikir untuk memenangkan partainya. Tapi kalau ditanya apakah masih ingin diusung Golkar, saya jawab iya, kartu tanda anggota (KTA) saya masih Partai Golkar,” jelasnya.

Sedangkan wakil yang akan mendampinginya bertarung dalam pemilihan 23 September mendatang, kata Surunuddin, ia masih harus berhati-hati dalam menentukan pilihannya.

“Harus kita komunikasikan dulu dengan parpol pengusung lainnya. Meskipun diberi ruang untuk untuk memilih wakil sendiri, tetap harus dikomunikasikan untuk mensimulasi semuanya atas potensi-potensi kemenangan, karena Konsel ini termasuk daerah pemilihan (dapil) terbesar,” pungkasnya. (p5/iis)

Tinggalkan komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.