Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Ridwan Bae Selesai

187
Ridwan Bae

KENDARI, BKK- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Tenggara (Sultra) Ridwan Bae dipastikan tidak akan ikut maju dalam perebutan kursi ketua untuk periode 2020-2025. Impian memimpin 3 periode kandas di tengah jalan.

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Sultra Muhammad Basri kepada wartawan mengungkapkan, Selasa (3/3), alasan batalnya keikutsertaan Ridwan Bae bukan tidak diizinkan, tapi karena dewan pimpinan pusat (DPP) lebih membutuhkan mantan Bupati Muna itu berkarier dan fokus di Komisi V DPR RI sebagai anggota dewan.

“Jadi bukan tidak dapat diskresi, tapi sangat dibutuhkan,” ujarnya.

“Menurut ketua umum saat kami temui, bahwa Ridwan Bae andalannya Golkar untuk mengamankan kebijakan pemerintah di komisi V, karena yang membidangi infrastruktur. Terlebih program Jokowi 5 tahun ke depan adalah pembangunan infrastruktur. Dan satu-satunya kader Golkar yang dipercayai ketum adalah Ridwan Bae,” kata Basri.

Dengan demikian, lanjut dia, Ridwan Bae jelas tidak akan ikut mencalonkan diri jadi Ketua Golkar Sultra untuk periode ketiganya.

“Olehnya itu, pengganti Ridwan Bae nanti akan ditentukan dalam musda, usai proses pendaftaran selesai dilaksanakan.”

“Tapi harapan ketua umum saat ditemui bahwa Golkar harus melakukan aklamasi terlebih dahulu sebelum musda. Tapi, itu masih belum tentu,” beber Basri.

Dari 6 balon yang mendaftar, Basri berharap kepada yang terpilih adalah sosok yang yang bisa mempersolid Golkar di Sultra, bisa lebih meningkatkan perolehan suara dan kursi pada pemilihan legislatif yang akan datang.

“Yang mendaftar saat ini adalah kader Golkar yang bagus-bagus. Artinya sosok yang Golkar inginkan bisa meningkatkan perolehan suara,” tutup Basri.

Masih Ambisi Sebenarnya

Ridwan Bae pada 23 Februari lalu mengumumkan dirinya siap meladeni siapa saja penantang perebutan kursi Ketua Dewan Pimpinan Daerah Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang digelar Maret.

Dengan catatan, ujar dia, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar Airlangga Hartarto masih mengizinkan dirinya ikut bersaing dalam Musyawarah Daerah (Musda) X Golkar Sultra nanti.

Pasalnya, kesempatan Ridwan menakhodai Golkar sudah habis masanya, setelah menuntaskan 2 periode. Ia bisa kembali duduk untuk periode ketiga apabila ada restu Airlangga Hartarto.

“Jika Bapak Airlangga mempersilahkan saya, maka saya akan ikut berkompetisi. Tetapi, kalau beliau tidak izinkan, saya tidak akan maju. Makanya dalam waktu dekat ini saya akan bertemu dengan Ketua Umum,” kata Ridwan.

Mantan bupati Muna dua periode itu mengungkapkan, alasan dirinya ingin tetap maju dalam pemilihan ketua karena ada niatnya ingin kembali maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024 mendatang, setelah Pilgub 2018 lalu dirinya tidak mendapat restu dari Ketua DPP Golkar kala itu Setya Novanto.

“Dengan menjadi Ketua DPD Golkar maka niat saya untuk maju pilgub semakin terbuka. Tapi, itu tergantung dengan (kondisi) kesehatan saya dan restu ketua umum,” beber Ridwan yang juga anggota DPR RI.

Meski menjadi kandidat yang kuat dalam musda, Ridwan tak menampik bahwa kader Golkar yang ikut bersaing dalam perebutan kursi ketua Golkar periode 2020-2025 ini para penantangnya semua memiliki potensi yang besar.

“Musda kali ini bakal lebih kompetitif. Kita punya banyak kader mumpuni seperti Bupati Konawe Selatan Surunuddin Dangga, Bupati Buton La Bakry, Bupati Wakatobi Arhawi, Wakil Ketua DPRD Sultra Herry Asiku, dan Ketua DPRD Konsel Irham Kalenggo,” terang Ridwan Bae.

Dalam pemilihan ketua Golkar, para kandidat akan memperebutkan 20 suara. Suara tersebut berasal dari 17 suara pengurus DPD kabupaten/kota, 1 suara DPP, dan 2 suara dari sayap Golkar. (m1/iis)

Tinggalkan komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.