Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

OJK Longgarkan Perhitungan Kolektibilitas Kredit Bank

67
Ridhony M H Hutasoit. (FOTO: WATY/BKK)

KENDARI, BKK – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan kebijakan stimulus mengantisipasi down-side risk akibat penyebaran virus Corona (Covid-19), untuk menjaga pertumbuhan perekonomian nasional. Salah satunya dengan melonggarkan ketentuan perhitungan kolektibilitas kredit.

Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sulawesi Trnggara (Sultra) Ridhony M H Hutasoit mengatakan, OJK melakukan relaksasi pengaturan penilaian kualitas asset kredit dengan plafon sampai Rp10 miliar.

“Pelonggaran ini merupakan insentif untuk para pelaku jasa keuangan dalam negeri, khususnya bagi debitur yang terdampak Covid-19,” ujar Ridhony, Senin (9/3).

Ditegaskan, kebijakan stimulus OJK tersebut diharapkan bisa memitigasi dampak pelemahan ekonomi global, terhadap pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional. Kebijakan ini, kata dia, berlaku bagi semua bank, baik bank umum, bank umum syariah, bank pengkreditan rakyat (BPR), maupun BPR syariah.

“Selain itu, kami (OJK) sedang menyiapkan kebijakan-kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah serangan Covid-19. Di antaranya, relaksasi pengaturan restrukturisasi kredit yang disalurkan kepada debitur di sektor yang terdampak Covid-19,” katanya.

Relaksasi pengaturan ini, papar dia, akan diberlakukan hingga setahun setelah ditetapkan, namun dapat diperpanjang bila diperlukan. (m4/nir)

Tinggalkan komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.