Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Gubernur Keluarkan Protokol Pencegahan Covid-19

121
Gubernur Ali Mazi saat memimpin konferensi pers pencegahan Covid-19 di Sultra. (FAYSAL/BKK)

KENDARI, BKK- Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi mengeluarkan 11 pencegahan coronavirus disease 2019 atau Covid-19 dalam surat edaran, sebagai tindak lanjut Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 7 Tahun 2020.

“Sehubungan dengan situasi pandemik Covid-19 saat ini kami sampaiakan kepada saudara-saudara untuk melakukan langkah-langkah, pertama, saya mengimbau agar seluruh masyarakat Sultra marilah kita berdoa dan meminta perlindungan kepada Allah SWT. Bagi umat bergama Islam atau muslim berdoa sesuai kepercayaanya begitu juga nonmuslim berdia sesuai kepecayaannya,” katanya, saat menggelar konferensi pers di rumah jabatan gubernur, Minggu (15/3) malam.

Kedua, akan melakukan pertemuan dengan seluruh OPD, direktur rumah sakit, dan kepala puskesmas (kapus) di setiap kabupaten/kota untuk menyamakan persepsi tentang kategori suspect corona agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat.

“Serta membentuk tim di rumah sakit (RS) bekerjasama dengan dinkes dalam penanganan Covid-19 dan menyiapkan ruang isolasi yang standar di setiap rumah sakit pemerintah,” ucapnya.

Ketiga, apabila ruang isolasi di rumah sakit sudah siap agar melaporkan ke Dinas Kesehatan Sultra untuk didaftarkan sebagai RS rujukan Covid-19.

“Keempat, kategori suspect corona saat ini apabila pasien yang menunjukan gejala demam, batuk sesak dan dari daerah wilayah provinsi terjangkit seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Banten, dan bukan hanya dari negara terjangkit,” ungkap politisi Nasdem ini.

Kelima, bagi kabupaten kota yang memiliki bandar udara yaitu, Wakatobi, Baubau, Muna dan Kolaka agar meningkatkan kewaspadaan kepada setiap penumpang yang datang dengan melakukan pengukuran suhu badan.

“Dan menganjurkan untuk cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, jika ada penumpang dengan suhu badan 38 celsius, maka langsung di isolasi di bandara atau dibawa ke rumah sakit di masing-masing wilayah kabupaten kota untuk dilakukan pemantauan,” bebernya.

Keenam, agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat perlu dilakukan langkah-langkah dengan gerakan silent dengan menyiapkan sarana prasarana alat pelindung diri (APD) dan melatih tenaga kesehatan tentang cara merawat pasien suspect.

“Mengubah cara bersalaman dengan tidak tidak berjabat tangan tapi saling meletakkan kedua tangan di dada dan selalu melakukan cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer sebelum menyentuh wajah,” katanya. Itu ketujuh.

Kedelapan, agar masyarakat membatasi kunjungan ke tempat umum seperti pusat perbelanjaan, objek wisata, restoran, dan perhotelan, dan setiap tempat tersebut termasuk kantor tempat kerja, sekolah institusi pendidikan agar menyiapkan sarana tempat cuci tangan pakai sabun hand sanitizer masing-masing.

“Kesembilan, perlu disampaikan bahwa virus corona bisa di sembuhkan dan angka kematian atau mortality rate-nya 2% dari yang terpapar,” ungkapnya.

Dan yang kesepuluh, agar tetap menjaga kesehatan dengan banyak konsumsi sayur dan buah, rajin melakukan aktifitas fisik serta istirahat yang cukup.

“Kesebelas, jika pasien menderita keluhan sakit demam dan batuk agar memakai masker dan memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” rincinya. (m3/iis)

Tinggalkan komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.