Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Golkar Urung Bentuk Tim Pencari Fakta Pilwawali

120

KENDARI, BKK- Kegaduhan terjadi di Partai Golkar buntut Pemilihan Wakil Wali Kota (Pilwawali) Kendari. Sejumlah orang datang berunjuk rasa di Kantor Golkar Kota Kendari dan membuat kericuhan. Akibat insiden ini, rapat pembentukan tim pencari fakta yang digelar Golkar Kendari terpaksa dibatalkan.

Rencananya, tim pencari fakta dibentuk untuk mencari tahu siapa yang berbelok mendukung Siska Karina Imran yang menyebabkan kekalahan politikus Golkar, Adi Jaya Putra (AJP), dalam pemilihan yang dilangsungkan 5 Maret.

Massa diduga merupakan simpatisan pendukung La Ode Azhar, LM Rajab Jinik, dan LM Inarto, yang mana ketiganya disinyalir tidak memilih AJP di pilwawali. Kedatangan massa setelah mendengar rumor bahwa rapat yang dilakukan adalah untuk memberikan sanksi pergantian antarwaktu (PAw) terhadap 3 kader dimaksud.

Sekretaris Golkar Kendari Sahabuddin menerangkan, Senin (9/3), berkait rumor akan adanya pemberian sanksi merupakan kesalahan dari kesekretariatan akibat miskomunikasi.

“Karena sesungguhnya surat rapat itu adalah untuk membentuk tim pencari fakta,” katanya.

“Sehingga, membuat pemikiran simpatisan Golkar (mengira) bahwa kita akan menjatuhkan sanksi kepada kader,” sebut Sahabudin.

Ia pun menjelaskan, adapun tujuan pembentukan tim pencari fakta adalah untuk mencari adanya indikasi bahwa teman-teman kader Golkar telah melakukan pelanggaran anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART) partai, yang memang harus dicermati melalui tim pencari fakta.

“Jadi apa yang menjadi kegaduhan rapat itu adalah kesalahan sekretariat, sehingga kami meminta maaf kepada simpatisan Golkar. Sekretariat yang tidak cermat dalam memberikan Informasi,” jelasnya. (m1/iis)

Tinggalkan komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.