Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Cetak Sejarah! Siska Wanita Pertama Jabat Wawali Kendari

68
Siska Karina Imran saat tiba di DPRD Kendari, mengikuti pilwawali, Kamis (5/3). (MITA/BKK)

KENDARI, BKK – Pemilihan Wakil Wali Kota (Pilwawali) Kendari di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kendari menorehkan sejarah baru. Wawali terpilih, Siska Karina Imran, menjadi wawali pertama perempuan sejak Kota Kendari diresmikan sebagai kotamadya pada 27 September 1995.

Sisak Sendiri tak menyangka dirinya bisa terpilih, meskipun pemilihan terasa sengit. Apalagi, yang menjadi lawannya masih mempunyai hubungan kekeluargaan yang dekat.

“Kita bersyukur. Terima kasih kepada semua yang telah memilih saya. Semoga saya bisa mendampingi wali kota dalam pemerintahan nanti,” ungkap Siska, Kamis (5/3), usai pemilihan.

Siska, lahir di Kendari pada 1988, usianya kini 31 tahun. Hasil pernikahannya dengan ADP menghadirkan 1 anak yang bernama Mescha Ramadhani Adriatma.

Jebolan fakultas kedokteran ini sempat menjadi dokter selama 2015-2017 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolaka Utara (Kolut) dan di Puskesmas Mekar Kota Kendari.

Selanjutnya, pada 2017 Siska menjadi Ketua Tim Penggerak PKK setelah suaminya Adriatma Dwi Putra (ADP) terpilih menjadi Wali Kota Kendari.

Tak hanya menggeluti dunia kedokteran, Siska juga rupanya merambah dunia politik, dengan menjadi Wakil Ketua Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Kendari.

Kembali soal wawali pertama perempuan, pada awal berdiri sebagai kotamadya pada 1995, Wali Kota Kendari yang saat itu dijabat Lasjkar Koedoes belum memiliki wakil. Itu pun masih berstatus pelaksana tugas (Plt).

Kemudian, Kota Kendari dipimpin oleh Masyhur Masie Abunawas pada 1996-2001, juga tanpa pendamping.

Setelah periode Masyhur Masie Abunawas habis, ia digantikan Andi Kaharuddin sebagai pelaksana tugas (plt) selama 2001-2002.

Nanti pada 2002 Kota Kendari akhirnya dipimpin sosok wali kota dan wakil wali kota. Mereka adalah Masyhur Masie Abunawas dan Andi Musakkir Mustafa, berkuasa sampai 2007.

Selanjutnya, pada 2007-2012 Wali Kota Kendari dijabat Asrun-Musadar Mappasomba. Keduanya rupanya kembali terpilih di periode keduanya untuk 2012-2017.

Pengaruh Asrun rupanya tidak hilang, setelah masa kepemimpinannya berakhir ia digantikan anaknya, Adriatma Dwi Putra (ADP) menjadi Wali Kota Kendari hasil Pilkada 2017. ADP berpasangan dengan Sulkarnain.

Karena kasus yang menimpa ADP pada 2018, Sulkarnain akhirnya diangkat menjadi Wali Kota Kendari, sedangkan posisi wakil ditentukan melalui pemilihan di dewan. Pilwawali yang digelar 5 Maret 2020 melahirkan Siska Karina Imran meraih 19 suara, mengalahkan pesaingnya, Adi Jaya Putra (AJP), yang hanya mendulang 16 suara.

Pilwawali diikuti 2 peserta, Siska yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) dan Adi Jaya Putra yang diutus Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Partai ini merupakan 2 dari 3 partai pengusung pasangan wali kota dan wakil wali kota, Adriatma Dwi Putra dan Sulkarnain (ADP-Sul), dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017. Parpol ketiga adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memilih tidak mengajukan calon.

Karena terbelit kasus suap, ADP dijebloskan ke dalam penjara dan kedudukannya digantikan Sulkarnain. Kursi yang ditinggal Sulkarnain itulah yang diperebutkan. (m1/iis)

Tinggalkan komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.