Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Beredar Surat Tugas Rusman Emba dari Hanura, WON: Kami Belum Terima Surat Apa pun

114
Nurhayati

KENDARI, BKK- Beredar surat tugas Tim Pilkada Pusat (TPP) Partai Hanura untuk Rusman Emba sebagai Calon Bupati (Cabup) Muna dan Bahrun Labuta sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup) Muna. Akan tetapi, baik DPD Hanura Sultra maupun DPC Hanura Muna mengaku belum menerima surat apa pun terkait itu.

Ketua DPD Hanura Sultra Wa Ode Nurhayati (WON) saat dihubungi tadi malam (4/3) menyebut, tidak menerima tembusan surat tugas untuk calon dari petahana Muna tersebut. Pihaknya juga menanyakan hal yang sama kepada Ketua Hanura Muna, namun sama-sama dibuat kebingungan.

“Surat tugas ini kan prinsipnya dinamis, DPC boleh menerima juga. Makanya, tadi pagi saya hubungi DPC Hanura Muna karena saya tidak menerima langsung surat itu, mungkin saja mereka dapat,” ujar WON.

“Akan tetapi, kita malah saling tanya, DPC juga tidak dapat surat itu dan hanya tahu dari media sosial (medsos). Baik mereka di DPC maupun kita di DPD justru saling bertanya,” tambahnya.

Namun pada prinsipnya, sambung WON, surat tugas tersebut belum final bahwa Hanura akan mengusung salah satu pasangan calon (paslon). Karena, biasanya surat tugas yang diberikan, diterima oleh lebih dari satu kandidat.

“Surat tugas itu sebenarnya bisa diberikan pada semua kandidat. Saya sih belum tahu kebijakan DPP Hanura sekarang. Tapi yang saya pahami, surat tugas itu bisa diberikan kepada yang lain juga untuk mendapatkan partai koalisi. Kita kan enggak cukup kursinya di Muna, jadi tidak bisa final mengeluarkan rekomendasi,” terangnya.

“Nah terhadap itu, saya tidak mau berkomentar muluk-muluk. Tapi hemat saya, khusus di Muna itu bukan hanya ada 1 surat tugas,” imbuhnya.

Ia bilang, bahwa untuk di Muna, pihaknya belum tahu bagaimana keputusannya. Karena secara prinsip saya belum terima surat tugas tersebut dan otomatis tidak mengetahui teknisnya.

“Kan yang final itu rekomendasi, kalau surat tugas itu belum final. kalau DPD, berdasarkan hasil pemaparan visi misi, itu merekomendasikan bahwa visi misi terbaik itu miliknya Pak Syarifuddin, karena waktu itu yang hadir visi misi kan hanya Pak SU dan Pak  Rusman, Pak Rajiun enggak hadir, kan umrah waktu itu,” pungkasnya. (p5/iis)

Tinggalkan komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.