Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Balitbang Sultra Gelar Rakor Indeks Inovasi

87
Jajaran OPD Sultra saat menggelar rakor indeks inovasi lingkup pemerintah provinsi Sultra. (FOTO: FAYSAL/BKK).

KENDARI, BKK – Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar rapat koordinasi (rakor) indeks inovasi lingkup pemerintah provinsi (Pemprov) Sultra bertajuk implementasi one agency, one inovation.

Kepala Balitbang Sultra Sukanto Toding mengatakan, berdasarkan catatan pemerintah pusat baik dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) maupun Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), menyatakan bahwa kinerja implementasi inovasi Pemprov Sultra masih tergolong rendah.

Hal itu, lanjut dia, diukur dari kepesertaaan kompetisi inovasi pelayanan publik yang dilakukan Kemenpan-RB setiap tahunnya, maupun pengisian registrasi dalam sistem inovasi daerah Kemendagri dalam rangka kompetisi innovation government award (IGA) antar-pemda.

“Untuk itu, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Sultra siap 1 OPD 4 inovasi. Karena jajaran OPD secara kuantitatif, hasil produk inovasi di lingkungan Pemprov Sultra sebenarnya cukup produktif, baik yang telah diimplementasikan oleh beberapa OPD, maupun yang dilaksanakan secara individual, diantaranya melalui hasil proyek perubahan ASN lingkup Pemda Sultra dalam berbagai tingkat Latpim 2, 3, dan 4,” katanya dihadapan OPD Senin (9/3).

Dikatakan, penyebab rendahnya implementasi inovasi itu, karena kurang optimalnya penerapan inovasi karya-karya ASN proyek perubahan di masing-masing unit kerja asalnya, pascapendidikan Latpim. Sehingga umumnya karya inovasi tersebut tidak terimplementasi dengan baik dan tidak tercatat sebagai karya inovasi yang diimplementasikan di lingkup Pemprov Sultra.

“Untuk itu tujuan dari rakor ini yakni mendorong tercapainya pemahaman yang lebih baik dari masing-masing OPD tentang wujud inovasi, baik dalam hal tata kelola maupun pelayanan publik yang relevan dengan tupoksi masing-masing OPD,” jelasnya.

Senada dengan itu, Pejabat (Pj) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sultra La Ode Ahmad Pidana Bolombo mengukapkan, rendahnya implementasi inovasi lingkup Sultra menjadi tantangan dan tanggung jawab, utamanya seluruh jajaran OPD untuk segerah berbenah dan mengejar ketertinggalan.

“Ketertinggalan implementasi perubahan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan Pemprov Sultra. Ini sebagai upaya Pemprov Sultra mengambil langkah-langkah aktif meningkatkan citra pemerintah, dalam rangka menerapkan inovasi tata kelolah pemerintahan, pelayanan publik dan inovasi lainnya,” tuntasnya. (m3/nir)

Tinggalkan komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.