Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Punya Ritual Saat Beraksi, Sebulan Pria Ini Bobol 50 Rumah 

104
Tersangka saat digelandang ke kantor polisi.

Polisi meringkus Nuryamin alias Aril (32), pria yang diduga pencuri spesialis pembobol rumah. Terhitung dalam sebulan pada Januari 2020, pelaku sudah beraksi 50 kali. Terungkap, dia punya ritual saat beraksi dan tak pernah tertangkap basah.

LAPORAN: SUHARDIMAN NABA, KENDARI

Nanti pada Senin (17/2), Tim Buru Sergap (Buser) 77 Kepolisian Resor (Polres) Kendari yang mengungkap kasus tersebut, menangkap tersangka di Kelurahan Alolama Kecamatan Mandonga Kota Kendari.

Saat diringkus, warga kelahiran Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan tersebut sedang bekerja sebagai buruh bangunan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Kendari Ajun Komisaris Polisi (AKP) Muhammad Sofwan Rosyidi menuturkan, tersangka merupakan residivis kasus pencurian yang dilakukan pada 2015 dan 2017.

Disebutkan, pada Januari 2020, yang bersangkutan melakukan aksi pencurian lagi. Dari hasil pengembangan, pengakuan tersangka sudah 50 tempat kejadian perkara (TKP) melakukan aksi pencurian.

“Tersangka ini merupakan spesialis pembobol rumah. Barang yang dicurinya sebagian besar merupakan barang elektronik seperti handphone,” ujar Sofwan saat rilis pers di Mapolres Kendari, Rabu (26/2).

Sofwan mengatakan pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti yang telah dijual oleh tersangka.

“Dari pengakuan tersangka, barang bukti hasil curian dijual di daerah Konawe. Sebagian kita sudah amankan sebagai barang bukti, sisanya masih dilakukan pengembangan,” ujarnya.

Lanjut Sofwan, tersangka mengaku beraksi bersama temannya. Namun saat dilakukan pengembangan orang yang disebutkan tersangka tidak ada.

“Kebiasaannya mencuri pada malam hari. Saat beraksi memang dilakukan sendiri, tidak pernah berdua,” katanya.

Disebutkan, sebagian besar tersangka melakukan aksi pencurian di wilayah Kota Kendari. Saat menjalankan aksinya, tersangka akan turun di suatu daerah, kemudian dia berjalan kaki mencari sasaran rumah yang akan di bobol.

Sofwan membeberkan, saat menjalankan aksinya tersangka semacam punya ritual. Di mana, sambung dia, terkadang tersangka menggunakan pakaian berlapis dan terkadang dalam posisi telanjang.

“Keunikannya ini semacam ritual. Setelah mencuri dia meninggalkan baju di rumah tersebut, dan kadang dia (tersangka) dalam posisi telanjang,” kata Sofwan.

Lebih lanjut Sofwan mengatakan, tersangka tidak pernah tertangkap basa saat melakukan aksinya tersebut. Tim Buser 77 Polres Kendari yang mengungkap kasus tersebut, menangkap tersangka saat sedang bekerja sebagai buruh bangunan.

“Rencananya malam pada saat kami tangkap dia (tersangka) akan melakukan aksi pencurian lagi,” ujarnya.

Sofwan menyebutkan motif tersangka melakukan pencurian tersebut karena faktor ekonomi. tidak ada uang untuk kebutuhan hidup.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (*)

Tinggalkan komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.