Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Pecah Kongsi di Pilkada Serentak 2020

157
Ilustrasi

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 pada 7 daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) diikuti oleh seluruh petahana masing-masing daerah. Tetapi nampaknya, momen tersebut tak menjadikan bupati dan wakil bupati (wabup) setempat tetap bergandeng bersama, melainkan bersaing nyalon berebut kursi atau yang biasa disebut dengan pecah kongsi.

LAPORAN: AL QARATU AINI QURAISIN, KENDARI.

Bupati Konawe Selatan (Konsel) Surunuddin Dangga belum mau membeberkan dengan siapa ia akan berpasangan maju dalam Pilkada 2020. Pihaknya mendaftarkan nama sendiri ke setiap partai politik (parpol) yang membuka penjaringan.

Ia bilang, tidak pantas jika membeberkan siapa wakil yang akan digandeng, padahal belum mendapatkan dukungan pasti dari satupun parpol. Sedangkan Wabup Konsel saat ini, Arsalim Arifin, juga mendaftar sendiri dan sudah berancang-ancang maju membidik posisi 01.

Tetapi nampaknya, Surunuddin banyak diincar parpol untuk dipasangkan dengan kadernya, salah satunya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Wakil Ketua Bidang Kaderisasi PDIP Agus Sana’a mengatakan pihaknya menginginkan Surunuddin berpasangan dengan salah satu kadernya, Cenawan.

Sementara itu di Kolaka Timur (Koltim), Tony Herbiansyah tidak lagi bersama Andi Merya Nur. Meskipun masih nyalon sebagai bakal calon (balon) wabup, Merya lebih memilih maju bersama Samsul Bahri Madjid. Pihaknya menamai keduanya dengan tagline #SBM atau Samsul Bersama Merya.

Kemudian sama seperti Koltim, Wabup Wakatobi Ilmiati Daud juga memilih pisah dengan bupatinya, Arhawi. Ilmiati yang juga tetap maju 02, sekarang lebih memilih bersama Haliana, Mantan Calon Bupati Wakatobi 2015 yang kalah dari pasangan Arhawi-Ilmiati.

Wabup Konawe Utara (Konut) Raup, juga sudah memantapkan diri nyalon 01 di pilkada 2020. Ia pun mengaku telah menggandeng politikus PDIP, Iskandar Niko bersama bertarung dalam pemilihan. Kini, jelas Raup tak bersama Ruksamin lagi.

Bupati Buton Utara (Butur) Abu Hasan, tak lagi menggandeng Ramadio yang terseret kasus pencabulan anak di bawah umur. Ramadio yang sebelumnya diprediksi tampil 01, tak muncul lagi namanya dan mengaku ingin fokus terhadap kasus yang menjeratnya. Sedangkan sang bupati, resmi menggandeng mantan ketua komisi pemilihan umum (KPU) 2 periode, Suhuzu, setelah mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP.

Lebih lanjut, Bupati Muna Rusman Emba, jelas tidak bisa lagi maju berpasangan dengan wabupnya, Malik Ditu. Malik yang sudah 2 periode menjabat wabup, tidak bisa lagi mendaftar kecuali sebagai 01. Olehnya, Rusman dikabarkan mulai melirik adik kandung Malik, Aisyah Ditu.

Sejauh ini, hanya pasangan Amrullah dan Andi Muhammad Lutfi, balon bupati dan wabup petahana Konawe Kepulauan (Konkep) yang mengaku masih harmonis hubungannya. Terang-terangan mereka mengumumkan maju berpasangan di Pilkada 2020. Pihaknya juga, dalam setiap penjaringan parpol, selalu mendaftar sepaket.

Terhadap fenomena pecah kongsi ini, pengamat komunikasi politik Sultra Dr Muh Najib Husain menganggap perceraian petahana di periode keduanya merupakan hal lumrah yang sering terjadi. Menurutnya, ini disebabkan oleh ketidakpuasan wabup terhadap bupatinya selama menjalankan roda pemerintahan bersama.

“Banyak yang menjadi faktor ketidakcocokan sehingga mereka cerai. Seperti tupoksi wabup dianggap tidak jelas, sedangkan bupati lebih sering mengambil peran,” ujar Najib.

Terhadap elektabilitas, Najib menilai pecah kongsi tidak akan berpengaruh banyak pada keduanya, baik bupati maupun wabupnya sama-sama memiliki peluang kalah. Tetapi, Najib bilang, ada dua komponen nilai jual pertahana ketika nyalon kembali, yakni track record selama memimpin dan bagaimana parpol mempromosikan kembali namanya.

“Kinerja diperiode sebelumnya yang tidak maksimal, bukan penyebab terjadinya pecah kongsi. Namun yang perlu diperhatikan pertahana, meski tantangannya tak sesulit pendatang baru, tetapi posisi 02 cukup memiliki kontribusi besar terhadap elektabilitas. Jika salah memilih pasangan barunya, bisa saja trennya merosot,” ungkapnya. (*)

Tinggalkan komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.