Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Lagi, Polda Bekuk Pengedar Sabu-Sabu Jaringan Lapas

85
Ilustrasi.

Kendari, BKK- Polisi kembali meringkus 1 pengedar sabu-sabu jaringan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kendari.

Adalah Marwan Rasyid (42) diringkus di Jalan Bunga Kumala Kelurahan Lahundape Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari, Selasa (18/2) sekira pukul 01.40 Wita.

Dari tangan tersangka Tim Opsnal Diretorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyita sabu-sabu seberat 62,11 gram.

Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Kasubbidpenmas) Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Agus Mulyadi menuturkan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat.

Dilaporkan, ada pengedar narkoba di Kota Kendari yang akan mengambil sabu-sabu.

“Dari informasi itu, tim melakukan penyelidikan. Diketahui target adalah tersangka bekerja sama dengan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kendari berinisial A,” ujar Agus melalui sambungan telepon, Selasa (18/2).

Setelah dilakukan penyelidikan, Agus mengatakan, diketahui target pergi ke suatu tempat untuk mengambil sabu-sabu yang akan diedarkannya.

Disebutkan, tersangka mengambil sesuatu didalam amplop yang disimpan di samping tempat sampah Kantor BPJS Kota Kendari.

“Saat target naik motor dan berjalan sekitar 20 meter. Tim langsung melakukan penghadangan dan menangkap yang bersangkutan di Jalan Bunga Kumala Kelurahan Lahundape Kecamatan Kendari Barat,” ujarnya.

“Saat dilakukan penggeledahan yang disaksikan masyarakat, tim menemukan 2 paket sabu-sabu seberat 62,11 gram yang dikuasai tersangka,” sambungnya.

Masih kata Agus, petugas kemudian melakukan pengembangan, bergerak menuju tempat tinggal tersangka di Jalan Samratulangi Kelurahan Korumba Kecamatan Mandonga Kota Kendari.

Saat dilakukan penggeladahan, sambung Agus, disana tidak ditemukan barang bukti sabu-sabu, hanya barang bukti timbangan dan saset kosong.

“Tim melakukan upaya pengembangan namun belum dapat bukti petunjuk untuk melakukan upaya paksa terhadap napi yang disebutkan oleh tersangka,” kata Agus.

Lebih lanjut Agus mengatakan, tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) dan pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara. (m2/man)

Tinggalkan komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.