Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Jelang Pilwawali, Siska Sementara Unggul Dari AJP

105
Ilustrasi

Sembilan hari lagi Pemilihan Wakil Wali Kota (Pilwawali) akan dilaksanakan. Tepatnya 5 Maret, orang nomor 2 di Kota Kendari akan diketahui. Jika melihat 2 calon wawali saat ini, peluang menang di antara keduanya masih terbuka lebar, baik itu Siska Karina Imran yang di usung oleh Partai Amanat Nasional (PAN) maupun Adi Jaya Putra (AJP) yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

LAPORAN: MITA, Kendari.

Memang, persaingan merebut kursi wawali saat ini menjadi pembahasan yang sangat seksi. Bagaimana tidak, pemilihan belum saja dimulai namun prediksi siapa yang akan menang sudah menjadi pembahasan publik.

Bahkan pengamat politik maupun anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari sebagai pemilik hak suara juga tak mau ketinggalan mengungkapkan prediksinya.

Salah satunya pengamat politik, Najib Husain mengatakan, jika melihat kekuatan saat ini, Siska dalam posisi memimpin dengan 13 suara dari 3 partai politik (parpol) yang menyatakan dukungan kepadanya.

Yaitu, PAN sebagai partai pengusung dengan 5 suara, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 4 suara, dan Partai NasDem dengan 4 suara.

“Kan total suara yang diperebutkan 35 suara. Artinya, siapa calon yang minimal mendapatkan 18 suara dia akan jadi pemenang. Posisi Siska saat ini leading dengan 13 suara. Dia butuh 5 Suara lagi untuk keluar sebagai pemenang,” ungkap Najib Husain yang juga Dosen di Universitas Halu Oleo (UHO).

Ia melanjutkan analisanya bahwa AJP kini juga sudah mengantongi 12 suara, berkat suara dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga sebagai partai pengusung dengan 7 kursi, dan Golkar dengan 5 kursi.

Namun, menurut Najib, saat ini Golkar masih labil. Pasalnya ada 2 kader Golkar yakni La Ode Azhar dan Rajab Jinik yang secara terbuka mendukung Sika.

“Meskipun AJP sendiri kader Golkar, bukan jaminan bahwa dia mendapat suara penuh dari partai itu. Makanya sebaiknya AJP berusaha meyakinkan para pemilih di dewan bahwa tidak ada perpecahan di Golkar maupun PKS. AJP harus gunakan pendekatan dan menunjukan kepada pemilih lain bahwa dia dan parpol pengusungnya kompak kalau mau 17-17 dengan Siska,” jelasnya.

Meski begitu, Najib mengungkapkan, AJP bisa balik memimpin pada sesi visi misi pada 3 Maret mendatang. Pasalnya, visi misi bisa merubah arah dukungan pemilih, dengan alasan semua pemilih akan melihat program apa yang ditawarkan kedua calon ketika mendampingi wali kota yang ada saat ini.

“AJP berpeluang menang jika dalam penyampaian visi-misi nantinya bisa merebut pemilih yang masih belum menyatakan sikap. Begitupun juga Siska, yang berpeluang menambah suaranya jika dalam visi misi nanti bisa menampilkan yang didinginkan anggota dewan sebagai pemilik suara” terang Najib Husain.

Rupanya apa yang disampaikan Najib Husain, sejalan dengan pemikiran Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andi Silolipu.

Menurut Andi, partainya tidak akan memilih calon yang tidak memiliki visi-misi yang jelas. Pasalnya melalui visi yang jelas, maka yang akan memimpin Kota Kendari nantinya benar-benar memahami persoalan yang ada di Kendari.

“Kita tidak akan memilih kucing dalam karung. Sehingga kami di PDIP dalam menentukan memilih siapa, akan kami lihat berdasarkan visi-misi calon, apakah sesuai dengan visi Kota Kendari. Jangan asal memilih saja, padahal tidak sesuai keinginan masyarakat Kendari,” ungkap Andi Silolipu.

Fraksi Demokrat yang awalnya terbuka akan memilih siapa di antara kedua calon, juga mulai selektif menentukan pilihan jelang injury time.

Menurut Demokrat dalam memilih calon harus hatu-hati serta melihat kemampuan calon agar tidak salah memilih. Mengingat yang akan dipilih adalah pendamping Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir yang akan bersama-sama memimpin Kendari sisa masa jabatan yang ada.

Kita dapat arahan partai, agara dalam sesi visi-misi nanti haruslah mencermati dengan baik apa yang disampaikan kedua calon, meskipun memang nantinya akan ada arahan partai siapa yang akan dipilih, tetapi visi-misi juga menjadi poin penting untuk menentukan calon pilihan,” tutup Ilham Hamra, politikus Demokrat. (*)

Tinggalkan komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.