Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Perasaan Pria Ini Tidak Enak karena Pinnya Pakai Tanggal Lahir

2,090
Kedua tersangka yang diamankan di Polres Kendari. (SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI, BKK- Hermawan (30) melapor ke Kepolisian Resor (Polres) Kendari pada 11 Oktober lalu setelah kehilangan dompet berisi kartu ATM (anjungan tunai mandiri) dan KTP (kartu tanda penduduk). Dompet dan isinya itu berhasil ditemukan 2 bulan kemudian.

Adalah pasangan suami istri (pasutri) yang menemukan dompet itu. Keduanya, DH (30) dan istrinya AS (23), dibekuk tim Buru Sergap (Buser) 77 Polres Kendari di wilayah Konda Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) pada Senin (2/12) malam.

Pasangan yang baru 3 bulan menikah ini ditangkap atas tuduhan menguras habis isi ATM Hermawan yang mereka temukan tercecer di sekitaran Lippo Plaza Kendari pada Jumat, 11 Oktober.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Kendari Ajun Komisaris Polisi (AKP) Muhammad Sofwan Rosyidi pada wartawan koran ini menerangkan, Selasa (3/12), awalnya kedua tersangka menemukan tas, yang didalamnya yang berisi ATM dan KTP milik korban.

Kemudian, sambung dia, tersangka mencoba menggunakan ATM dengan mengetes nomor pin sesuai dengan tanggal lahir korban yang ada di KTP.

“Ternyata saat dites berhasil, ATM berhasil terbuka. Dan tersangka menggasak habis seluruh isi ATM milik korban,” ujar Sofwan, saat konferensi pers di Mapolres Kendari, kemarin.

Disebutkan, ATM milik korban yang berisi kurang lebih Rp56 juta.

Mereka menarik uang tersebut hingga isinya habis selama 3 hari dan dilakukan di beberapa ATM yang ada di Kota Kendari.

“Kedua tersangka menggunakan uang ATM milik korban untuk membeli beberapa gram perhiasan cincin dan kalung. Tapi, kalungnya sudah kembali dijual di wilayah Kabaena,” ujar Sofwan.

Polisi menyita 2 unit handphone juga diduga hasil pembelian uang ATM milik korban, sebagai barang bukti. Termasuk beberapa gram perhiasan.

Masih kata dia, polisi yang menerima laporan dari korban langsung melakukan pengembangan dan berhasil membekuk kedua tersangka di wilayah Konda pada Senin malam.

“Kedua tersangka ini kita amankan saat akan pindah dari kos-kosnya ke tempat orang tuanya,” ujarnya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal 363 Ayat (1) ke 4 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. (p2/iis)

Tinggalkan komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.