Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Lestarikan Budaya Lokal yang Mendunia, Dikbud Muna Gelar Lomba Festival Layang-Layang

108
Pj Sekab Muna Drs Ali Basa MSi saat menaikkan layang-layang traidisional Muna yang terbuat dari daun kolope. (FITRI/BKK)

RAHA, BKK – Untuk melestarikan budaya lokal Kabupaten Muna yang telah mendunia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Muna gelar lomba festival layang-layang.

Bicara layang-layang di Kabupaten Muna pasti ingat Khagati. Khagati dalam bahasa Muna artinya layang-layang. Khagati asal Kabupaten Muna sudah mendunia dan unik, karena terbuat dari daun kolope (daun ubi hutan). Agar kekayaan Kabupaten Muna ini tetap lestari dan populer khususnya di negeri sendiri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna melalui Dikbud Muna menggelar lomba festival layang layang tingkat Kabupaten Muna.

Festival layang-layang (Khagati red), dibuka oleh Pejabat (Pj) Sekretaris Kabupaten (Sekab) Muna Drs Ali Basa MSi, pada Senin (9/12) yang digelar di Desa Parida Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna. Even ini diikuti kalangan pelajar di Kabupaten mulai tingkat sekolha dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kabupaten Muna.

“Kita sangat apresiasi kegiatan ini, karena bertujuan untuk melestarikan budaya lokal kita. Bicara layang-layang asal Kabupaten Muna, sudah mendunia. Kita sudah tampil diberbagai negara di dunia mengikuti festival layang-layang. Apalagi layang-layang asal Kabupaten Muna sudah mendapat pengakuan dunia internasional, sebagai layang-layang tertua di dunia,” kata Pj Sekda Muna ini.

Menurutnya, event ini juga salah satu upaya untuk melestarikan sejarah Kabupaten Muna.

“Kita berharap lewat event ini banyak generasi muda kita yang meneruskan, melestarikan, dan makin mengenal budaya kita sendiri,” imbuhnya.

Oleh karenanya, dia juga mengharapkan, Kabupaten Muna bisa mengikuti event serupa tingkat provinsi yang tidak lama lagi akan digelar.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dikbud Muna La Ode Ane SPd MPd mengatakan,  kegiatan ini digelar untuk melestarikan kekayaan budaya Kabupaten Muna.

“Alhamdulilah, akhirnya event ini bisa terselenggara. Kita berharap anak-anak kita dan para generasi muda kita lebih mengenal dan mencintai kekayaan budaya kita sendiri. Layang-layang atau Khagati Muna inikan sudah terkenal di dunia dan layang-layang Muna adalah layang-layang tertua dunia. Bukti itu dapat dilihat di gua layang-layang di Gua Sugipatani yang merupakan peninggalan zaman prasejarah,” tuntasnya. (tri/r2)

Ruangan komen telah ditutup.