Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Jadi Pemuas Nafsu Suami Bibinya, Hanya Tangis yang Menolongnya

209
Tersangka AL (48). (IST)

KENDARI, BKK- Nasib tragis dialami sebut saja Bunga, korban tindak pencabulan yang terjadi di Desa Lalowatu Kecamatan Tinaggea Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Sejak bulan Juli 2018 lalu, remaja 19 tahun tersebut dicabuli sebanyak 5 kali oleh pamannya, lelaki berinisial AL (48). Nanti pada Jumat (13/12) lalu perbuatan bejat tersangka diketahui oleh istrinya, barulah korban melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Sektor (Polsek) Tinanggea.

Polisi kemudian menangkap tersangka saat sedang membuat rumah di Desa Lalowatu Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konsel pada Senin (16/12) sekira pukul 14.30 Wita.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tinanggea Inspektur Polisi Satu (Iptu) Muksin pada wartawan koran ini menjelaskan, Selasa (17/12), korban tinggal di rumah tersangka untuk melanjutkan sekolahnya di salah satu sekolah menengah atas (SMA) yang ada di Kecamatan Tinanggea.

“Korban ini tinggal di rumah bibinya, istri tersangka. Bibinya itu saudara kandung ibu korban yang tinggal di Lainea. Saat ini korban sudah duduk di bangku SMA kelas 3,” terang Muksin melalui sambungan telepon.

Pada awal Juli 2018, Muksin menuturkan, tersangka dalam kondisi mabuk melakukan perbuatan bejatnya pada korban yang saat itu sudah tinggal di sana.

Muksin menyebutkan tersangka mengancam korban, sehingga sejak Juli 2018 tersebut korban tidak berani melaporkan perbuatan bejat tersangka.

“Dia (korban) tidak berani (melapor) karena selalu diancam, ‘Jika kau melapor saya bunuh kamu’,” kutip Muksin, menirukan ucapan tersangka pada korban.

Dari pengakuan korban dan tersangka, Muksin menyebutkan sudah 5 kali korban dicabuli oleh tersangka.

Yang terakhir, sambung Muksin, tersangka mengulanginya pada Jumat (13/12), korban yang sedang tidur di kamar, bagian tubuhnya diraba-raba oleh tersangka.

“Saat itu tersangka tidak mabuk. Dia (tersangka) baru pulang dari Kendari langsung ke kamar korban. Korban yang terbangun langsung menangis. Istri tersangka yang mendengar tangisan korban segera ke kamar dan mengetahui perbuatan suaminya itu,” ujar Muksin.

Ia melanjutkan, korban kemudian melaporkan perbuatan tersangka ke Polsek Tinanggea. Setelah cukup alat bukti, sambung dia,  pihaknya menangkap tersangka dan mengamankannya di Polsek Tinanggea.

“Tersangka ditangkap tanpa perlawanan. Dia (tersangka) ditangkap saat sedang membuat rumah kakaknya di Lalowatu juga,” tungkasnya.

Lebih lanjut, Muksin menerangkan, tersangka sudah mengakui perbuatannya tersebut. Pihaknya, sambung dia, tinggal melengkapi berkas perkara untuk kemudian segera dilimpahkan dan tersangka dibawa ke rumah tahanan (rutan).

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 289 Kitab Udang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (p2/iis)

Tinggalkan komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.