Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Biayai Megaproyeknya, Ali Mazi Mengutang Rp1,195 Triliun

117

KENDARI, BKK- Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi berencana mengambil dana pinjaman untuk mengakselerasi janji kampanyenya.

Ancang-ancang, ia bakal mengajukan utang kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp1,195 triliun,  dengan masa pengembalian pinjaman direncanakan selama 5 tahun, dengan waktu pembayaran (grace period) selama 2 tahun.

“Salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah adalah melalui peningkatan kegiatan investasi. Hanya saja, dalam membangun beberapa program strategis, pemerintah terkendala dengan keuangan APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) yang terbatas,” kata Ali Mazi di di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra, Senin (2/9), saat memberikan pengajuan.

“Keterbatasan APBD tentunya berdampak pada berkurangnya pembangunan yang sifatnya strategis. Untuk itu, pemerintah daerah berusaha melakukan terobosan-terobosan, dalam upaya untuk mengakses sumber-sumber pembiayaan pembangunan, demi sumber-sumber pembiayaan percepatan penyelenggaraan pembangunan di daerah,” lanjutnya.

Salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan saat ini, sambung dia, adalah melalui pinjaman daerah, sebagaimana telah diatur dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2018 tentang Pinjaman Daerah, yakni adanya keterbatasan fiskal pemerintah daerah untuk membiayai proyek-proyek strategis.

“Dan, prioritas daerah dalam mencapai visi dan misi pembangunan daerah 2018-2023. Untuk itu, kita ingin Sultra bisa berkembang pesat seperti daerah lain,” ujarnya.

“Kita ingin terbang, tapi kalau tidak ada terobosan, tidak akan mungkin sampai ke bulan. Kalau dengan pinjaman, bisa kita sampai ke bulan, dan itu dimungkinkan dalam undang-undang,” alasnya.

Keyakinan untuk melakukan pinjaman, masih kata dia, berlandaskan pada keberhasilan pemerintah daerah meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) pada 2018 sebesar Rp3,691 triliun dan pada 2019 telah mencapai Rp4,131 triliun.

Menurut dia, keuangan pemerintah daerah (pemda) masih sanggup melakukan pinjaman, karena rasio kemampuan mengembalikan pinjaman terhadap APBD masih dalam batas aman, yakni 2,52%.

Jadi, tekan dia, kondisi keuangan daerah yang masih sanggup melakukan pinjaman.

“Dan, berdasarkan pertimbangan-pertimbangan hukum dan asumsi-asumsi yang telah kami uraikan, maka pemerintah daerah merencanakan pinjaman daerah sebesar Rp1,195 triliun.”

“Nantinya, pinjaman tersebut akan digunakan untuk dua proyek raksasa Pemprov Sultra di bidang infrastruktur, yakni pembangunan jalan Kendari-Toronipa dan pembangunan rumah sakit (RS) jantung dan pembuluh darah bertaraf internasional, perpustakaan bertaraf internasional, dan sejumlah megaproyek lainya yang kami gagas,” tutupnya. (p3/iis)

Tinggalkan komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.