Aktualita

TAF Beri Bantuan Korban Banjir di Konut

Agista Ariani Ali Mazi saat menyerahkan bantuan kepada korban banjir.

KENDARI, BKK – The Agista Foundation (TAF) laksanakan kunjungan langsung bertemu dan berdialog dengan korban terdampak banjir yang ada di Desa Asera Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Agista Ariani Ali Mazi dalam kunjungannya, Senin (10/6), menyempatkan mengunjungi posko induk dan dapur umum, melihat secara langsung penanganan korban yang dilakukan oleh  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konut di Kecamatan Wanggudu.

“Bantuan yang diberikan oleh TAF mengutamakan bantuan untuk kebutuhan perempuan dan anak terdiri dari  pakaian dalam, pembalut, pampers, makanan bayi dan balita, obat-obatan, selimut, tikar, dan pakaian hangat,” kata Agista, Selasa (11/6), sepulang dari kunjungan tersebut.

Kata dia, bantuan tersebut murni berasal dari dana TAF, yang mana dirinya sebagai pendiri yayasan, sesuai dengan visi pribadi.

“Karena kami memiliki kepedulian terhadap isu sosial dan kemanusiaan dan saling membantu dan meringankan beban saudara-saudara kita, karena ada hak orang lain juga dari rezeki yang kita peroleh,” ucap Agista.

Istri orang nomor satu di Sultra tersebut menjelaskan, pantauan langsung kondisi korban terdampak sangat memprihatinkan.

“Seperti yang dijelaskan oleh Bupati Konut, terdapat lebih 185 rumah warga hanyut, 1.235 unit rumah terendam banjir, dan 5.111 jiwa dari 1.420 kepala keluarga (KK) mengungsi akibat banjir di wilayah itu,” katanya.

“Sedangkan fasilitas pendidikan yang terendam banjir terdiri dari 5 unit SD, 3 bangunan SMP, 3 pasar juga mengalami kondisi yang sama dan lebih dari 80% rumah tak dapat lagi dihuni karena rusak parah dan tertimbun lumpur,” paparnya.

Masih kata dia, akses menuju lokasi juga lumayan sulit dijangkau karena putusnya jembatan penghubung. Walaupun belum ada data terpilah (perempuan dan anak) korban terdampak banjir, namun dari melihat dan berdialog langsung dengan para korban, kondisi mereka membutuhkan uluran tangan segera.

“Dalam kondisi dimana terjadi bencana pada suatu daerah, maka perempuan dan anaklah yang paling merasakan dampak penderitaan, apalagi ibu dengan kondisi hamil, memiliki bayi dan sedang mendapat menstruasi. Oleh karena itu, kebutuhan-kebutuhan darurat untuk kebutuhan perempuan dan anak, perlu juga menjadi perhatian utama,” tutup Agista. (p3/iis)

To Top