Suksesi

KPU Sultra Tegaskan Kada yang Maju di Kabupaen Lain Wajib Mundur

La Ode Abdul Natsir.

KENDARI, BKK- Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menghadapi pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak untuk 7 daerah pada November 2020. Adalah Muna, Konawe Selatan (Konsel), Konawe Utara (Konut), Buton Utara (Butur), Konawe Kepulauan (Konkep), Wakatobi, dan Kolaka Timur (Koltim).

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra La Ode Abdul Natsir menjelaskan, berdasarkan aturan maka kepala daerah yang maju di kabupaten lain harus mengundurkan diri secara permanen setelah ditetapkan sebagai calon.

Hal itu, beber dia, tertuang dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peratuan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.

“Dalam aturan itu, jika ada kepala daerah (bupati) yang maju di daerah (kabupaten) lain, berarti sifatnya berhenti dari jabatanya di daerah yang dipinpinya pada saat itu. Memundurkan diri setelah ditetapkan sebagai calon, bukan saat tahapan dimulai,” terang Natsir, Selasa (11/6).

Dijelaskan, beda halnya jika seorang kepala daerah seperti bupati yang ingin mencalonkan diri sebagai gubernur, yang sifatnya naik status atau ke tingkatan lebih tinggi maka cukup cuti saja.

Natsir menambahkan, jika tak ada perubahan aturan ke depan maka berarti regulasi ini yang akan tetap diikuti.

“Kita tidak tau lah ke depan, apakah akan ada perubahan UU atau tetap mengacu pada UU ada sekarang. Yang pasti, jika kita mengacu pada aturan yang ada sekarang, kepala daerah yang maju di daerah lain, harus berhenti dari jabatannya,” pungkasnya. (p1/man)

To Top