Kasuistika

Kejadian Lakalantas Mudik Lebaran Meningkat, 10 Korban Meninggal Dunia

Iluastrasi

KENDARI, BKK– Selama Operasi Ketupat 2019 yang dimulai sejak 29 Mei sampai dengan 10 Juni, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat ada 31 kejadian kecelakaan lalu lintas (lakalantas) dengan 10 orang korban meninggal dunia.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan,  jika dibandingkan kejadian lakalantas 2018 yang hanya 29 kejadian dengan 4 korban meninggal dunia.

“Dibandingkan tahun lalu, lakalantas operasi ketupat tahun ini meningkat 7%. Dari sebelumnya hanya 29 kejadian, tahun ini 31 kejadian, ” terang Kepala Sub Direktorat Keamanan dan Keselamatan (Kasubditkamsel) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Jarwadi, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/6).

Dari 30 kejadian lakalantas selama mudik dan arus balik hari raya lebaran Idulfitri 1440 Hijiriah (H) itu, Jarwadi menguraikan, selain 10 korban meninggal dunia, ada 5 korban luka berat serta 38 luka ringan.

“Korban meninggal dunia tahun ini rata-rata didominasi usai produktif, 16 sampai 30 tahun, ” kata Jarwadi.

Kecelakaan selama operasi ketupat tersebut, lanjut Jarwadi,  didominasi  kendaraan roda dua. Penyebabnya didominasi saat pengendara kurang hati-hati saat berkendara.

“Ada juga karena faktor pengendara yg melebihi batas kecepatan dan kejadiannya di jalur utama saat arus mudik, ” terang Jarwadi.

Melihat korban lakalantas yg didominasi umur produktif, Jarwadi mengimbau para pengendara khususnya kaum milenial untuk menaati aturan lalu lintas. Dengan demikian, kejadian lakalantas dapat diantisipasi sedini mungkin.

“Operasi Ketupat 2019 ini sudah selesai, kami imbau pengendara khususnya kaum milenial tetap mematuhi aturan lalu lintas dan mementingkan keselamatannya saat berkendara di jalan, “pungkasnya. (p2/nur)

To Top