Beranda

Buntut Banjir, DPRD Sultra Dorong Pemprov Evaluasi Amdal Perusahaan Tambang

Ilustrasi.

KENDARI, BKK- Bencana banjir yang melanda beberapa daearah di Sulawesi Tenggara (Sultra) disebut akibat dari aktivitas pertmbangan dan kelapa sawit yang tak ramah lingkungan.

“Hujan itu tidak bisa kita hentikan, karena itu kehendak alam. Faktor lainnya adalah kerusakan lingkungan, sudah tidak memiliki pepohonan, hanya lahan tandus yang diisi perushaan tambang,” Ketua Komisi IV Dewam Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra Yaudu Salam Ajo melalui sambungan telepon, Senin (11/6).

Dengan rusaknya hutan, sebut dia, maka menyebabkan berkurangnya areal resapan air.

Menurut Yaudu, dengan adanya banjir bandang yang disebabkan rusaknya lingkungan akibat aktifitas pertambangan, seharusnya pemerintah provinsi dan DPRD provinsi segera membentuk uji lingkungan untuk mengetahui kerusakan lingkungan akibat pertambangan.

“Dengan pembentukan uji lingkungan ini, kita bisa tahu ternyata ada oknum penambang yang tidak mematuhi Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan). Padahal, seharusnya tambang diizinkan beroperasi kalau sudah lulus uji lingkungan, tapi yang terjadi saat ini kan terbalik,” katanya.

Lebih lanjut Yaudu mengatakan, dengan adanya kejadian ini maka masyarakat lah yang dirigikan. Sementara keuntungan masuk di kantong-kantong penambang yang tidak bertanggung jawab.

“Pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi, selain memberikan bantun kepada para korban, harus ada upaya pemulihan terhadap lingkungan agar terbebas dari banjir,” jelasnya. (p1)

To Top