Headline

Pelni Datangkan KM Sangiang, Bantu Urai Ledakan Arus Mudik di Sultra

KM Sangiang. (YUSRIL/BKK)

KENDARI, BKK – Untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik lebaran melalui jalur laut, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Kendari mendatangkan 1 unit kapal berkapasitas 500 penumpang, KM Sangiang, untuk melayani rute Kendari-Raha-Baubau.

“Tambahan 1 unit kapal ini dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Insya Allah pada 29 Mei KM Sangiang tersebut sudah ada di Kendari,” ungkap Kepala Pelni Cabang Kendari Tavip Priadi,  Selasa (14/5), saat ditemui di ruang kerjanya.

Hanya saja, kata dia, kapal ini cuma melayani 1 hari saja di Sultra, yaitu pada 30 Mei. Kapal akan berangkat dari Pelabuhan Nusantara Kendari pagi hari, sekitar pukul 10.00 Wita.

“Jadi, waktu perjalanannya dari Kendari-Raha waktu sekitar 6 jam, Kendari-Baubau sekitar 11 Jam. Kemudian, balik lagi di Kendari,” katanya.

Pada 31 Mei, lanjut dia, kapal tersebut akan berangkat ke Luwuk Sulawesi Tengah (Sulteng) menuju Gorontalo.

“Jadi, kapal ini akan dioperasikan hanya satu hari di pelabuhan Kendari,” terangnya.

Untuk fasilitas KM Sangian ini, kata dia, sudah cukup bagus untuk digunakan para penumpang nanti, sehingga pelayanan kepada penumpang bisa terjaga dengan baik sesuai harapan.

“Untuk memaksimalkan pelayanan itu, kami akan menambah anak buah kapal (ABK) yang sudah punya sertifikat. Jadi, kalau ada masalah di dalam kapal, mereka yang akan menyelesaikan” terangnya.

Terkait harga tiket KM Sangiang untuk Kendari-Raha senilai Rp66 ribu, sedangkan Kendari-Baubau senilai Rp95 ribu.

“Saat ini, harga tiket masih normal, karena belum ada lonjakan penumpang yang signifikan. Artinya, kalau ada lonjakan penumpang maka akan ada kenaikan harga tiket tersebut,” ungkapnya.

Maka dari itu, diharapkan kepada masyarakat untuk jauh-jauh hari membeli tiket, karena lonjakan penumpang itu biasanya terjadi mulai H-7 hari lebaran. (cr2/iis)

To Top