Nuansa Ramadhan

Kapolda Imbau Masyarakat Tak Terpancing Ajakan Melanggar Hukum

Kapolda Sultra Brigjenpol Iriyanto SIK bersama Forkopimda di kegiatan buka bersama, Selasa (14/5). (SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI, BKK- Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar buka puasa bersama dengan forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) di Lapangan Apel Mapolda Sultra, Selasa (14/5).

Melalui kesempatan tersebut, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sultra Brigadir Jenderal Polisi (Brigjenpol) Iriyanto SIK, mengajak semua pihak memelihara persatuan serta kesatuan bangsa setelah Pemilu 2019.

Kapolda Sultra Brigjenpol Iriyanto SIK menyebutkan, pihaknya mengapresiasi seluruh elemen pemerintah, TNI, tokoh agama serta tokoh masyarakat yang telah bersinergi dan bekerjsama menciptakan situasi aman dan kondusif selama penyelenggaraan Pemilu 2019.

“Saya berterima kasih, Alhamdulillah mulai tahapan pemungutan suara, perhitungan suara serta pleno di 17 kabupaten/kota berjalan aman,” terang Iriyanto dalam sambutanya.

Pascapenetapan pleno KPU provinsi, sebut Iriyanto,  masih ada pleno KPU pusat yang akan disampaikan pada  22 Mei nanti. Di mana, hasil pleno nanti akan menuai tanggapan dan reaksi pro kontra baik simpatisan, pendukung maupun tim kemenangan.

“Menghadapi situasi itu, saya mengimbau agar respon semua pihak mengikuti ketentuan hukum yang berlaku,” kata Iriyanto.

Selain itu, Iriyanto juga mengimbau semua pihak agar tidak mudah terpancing dengan ajakan-ajakan yang melanggar hukum. Apalagi, sampai ikut rencana aksi makar atau menggulingkan pemerintah.

“Saya iimbau jangan sampai terpengaruh dengan orang yang ingin memanfaatkan momen ini karena bisa merugikan diri sendiri, bahkan sampai merugikan Bangsa Indonseia,” imbauhnya.

Lebih lanjut Iriyanto menyebutkan, momentum ramadan merupakan momen yang baik melawan serta mencegah paham radikal yang tersebar di media sosial (medsos). Sekaligus, sebagai  momen yang baik untuk  menyatukan tali silahturahmi dalam ikatan kesatuan Republik Indonesia.

“Saya harap semua pihak berperan aktif mengimbau serta mengedukasi masyarakat, agar nantinya masyarakat  mampu mengidentifikasih serta memfilter faham radikal, informasi hoax serta ujuran kebencian yang mebahayakan keutuhan bangsa,” pungkasnya. (p2/nur)

.

ARSIP

To Top