Headline

Baubau Kembali Mencekam, Satu Orang Tewas dengan 8 Luka Menganga

Kasatreskrim Polres Baubau Ronald Arron Maramis (kiri) didampingi Kabaghumas Suleman, memperlihatkan barang bukti yang dipakai tersangka membunuh, Senin (13/5).

BAUBAU, BKK- Seorang pemuda Kota Baubau tewas dengan sejumlah luka menganga di wajah, kepala, dan lehernya, Senin (13/5) dini hari. Peristiwa ini segera menjadi viral setelah foto korban beredar di media sosial. Dalam foto tampak korban dengan identitas Rezki (20) mengenakan baju kaos hitam dan berlumuran darah, tergeletak di Lorong Perintis Kelurahan Katobengke Kecamatan Betoambari.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) kepolisian Resor (Polres) Baubau Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ronald Arron Maramis SIK dalam keterangan persnya memaparkan, insiden terjadi sekitar pukul 00.30 Wita.

Ia menjelaskan, kronologis kejadian berawal saat tersangka berinisial FT (21) warga Kelurahan Katobengke sementara makan di Kedai Kopi 24/7 kemudian terdengar ada keributan di luar kedai.

Tersangka langsung berdiri keluar dari kedai kopi dan menuju ke rumahnya. Ia kembali tidak lama setelah itu sambil menggenggam sebila parang, lewat jalur yang memutar di belakang Wartel Alfian.

Setibanya di belakang kedai kopi, tersangka melihat korban yang juga warga Kelurahan Katobengke, sementara duduk di jalan raya, di samping kedai kopi.

“Tersangka langsung mendekati korban dan tanpa ampun menganiaya korban menggunakan sebilah parang, ke arah wajah dan leher,” tuturnya, didampingi Kabaghumas Polres Baubau Inspektur Polisi satu (Iptu) Suleman.

Berdasarkan hasil visum, kata dia, terdapat 8 luka robek di wajah dan leher korban. Luka inilah yang menjadi penyebab kematian.

“Jadi setelah mendapat laporan, aparat kepolisian langsung memburu pelaku pembunuhan. Hanya berselang 1 jam, pelaku berhasil kami amankan di depan Metro, Kelurahan Lamangga,” katanya.

Saat diamankan, lanjut dia, pelaku tak melakukan perlawanan, bahkan barang buktinya diserahkan sendiri oleh pelaku.

Dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya menyita dua barang bukti. Di antaranya, sebilah parang yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban dan pakaian korban yang berlumuran darah.

Ditanya motif dibalik pembunuhan keji ini, Ronald mengaku dari hasil penelusuran sementara, dimungkinkan perkara dendam.

“Ada tindakan korban yang menurut pelaku tidak mengenakan,” jelasnya.

Atas perbuatannya, FT dijerat dengan pasal  353 ayat (3) dan 338  Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara.

“Ini (pasal) masih sementara ya, kami masih selidiki apakah kasus ini murni, spontan, atau berencana. Kalau berencana maka ada pasal lain yang akan kita kenakan,” katanya.

Berkait kasus ini, ia meminta masyarakat untuk tidak membuat gerakan yang bisa menimbulkan gesekan antar kelompok.

“Serahkan semua pada pihak yang berwajib, apalagi pelaku sudah diamankan,” titipnya. (cr3/iis)

To Top