Pendidikan

Akibat Tambang, Proses Belajar Mengajar di SDN 3 Lasolo Lumpuh

Muhamad Ikram Pelesa. (FOTO : SUMARDIN/BKK)

 KENDARI, BKK – Akibat aktivitas pertambangan PT DAKA Group yang melakukan pembangunan Pelabuhan Jetty di Kabupaten Konawe Utara (Konut), mengakibatkan aktivitas belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Lasolo lumpuh.

Koordinator Presidium Konsorsium Nasional Aktivis agraria (KONASARA) Muhamad Ikram Pelesa menegaskan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Asrun Lio, untuk tidak terlibat dengan aksi dosa tersebut.

“Saya juga menduga aktivitas Jetty yang dilakukan PT Daka Group, diduga menyalahi aturan,” ujar Muhamad Ikram Pelesa, Rabu (8/5).

Sebab menurutnya, tidak ada yang membenarkan aktivitas pertambangan di lingkungan sekolah, apa lagi sampai melumpuhkan proses belajar mengajar.

“Kami menduga aktivitas pertambangan dan pembangunan pelabuhan jetty yang dilakukan oleh PT Daka Group menyalahi aturan, karena apa pun alasannya tidak ada yang membenarkan aktivitas pertambangan di lingkungan sekolah apa lagi sampai melumpuhkan proses belajar mengajar,” paparnya.

“Jika ini benar terjadi maka, ini merupakan potret eksploitasi tambang terhadap dunia pendidikan,” keluhnya.

Lebih lanjut, Ikram menyoroti alasan Plt Kepala Dikbud Sultra dalam mendukung relokasi Sekolah yang bakal dilakukan PT Daka Group, karena masuk dalam kawasan Izin Usaha Pertambangan (IUP).

“Apa lagi, SDN 3 Lasolo lebih dulu berdiri dibanding IUP PT Daka Groub, sehingga PT Daka Group yang harus memidahkan Pelabuhan Jetty-nya,” pintanya.

Dia sangat menyayangkan kondisi ini, apa lagi Plt Kepala Dikbud Sultra belum tahu posisi sebenarnya.

“Tentu kami tidak akan diam, jika itu terjadi. Jangan kan merelokasi sekolah itu, melanjutkan saja aktivitas pelabuhan jetty mereka, kami Akan lawan,” pungkasnya. (cr1/r2)

To Top