Headline

Bagaimana Jika Kursi DPR RI 2014 Dihitung dengan Metode Sainte Lague? Ini Hasilnya

Jika pembagian kursi pemilihan anggota DPR RI 2014 menggunakan metode Sainte Lague sebagaimana metode yang akan diterapkan pada Pemilu 2019 ini, siapakah yang akan berada di gedung DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara? Apakah mereka yang duduk saat ini atau ada orang sebenarnya tidak ikut lolos karena ada yang lebih pantas naik?

Laporan, Kasman, Kendari.

Mari kita jawab dengan simulasi penghitungan kursi berdasarkan perolehan suara partai politik (parpol) pada Pemilu 2014, yang datanya (lihat tabel) kami ambil dari laman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Karena jatah kursi tempo itu 5 buah, maka kita ambil saja 6 besar peraih suara terbanyak untuk memudahkan perhitungan.

Untuk menentukan kursi pertama maka perolehan suara masing-masing partai akan dibagi dengan angka 1.

1. PAN 271.231/1 = 271.231
2. Golkar 178.298/1 = 178.298
3. Demokrat 126.764 /1 = 126.764
4. Gerindra 123.957/1 = 123.957
5. PPP 99.140/1 = 99.140
6. PDIP = 97.056/1

Dari hasil pembagian itu maka yang mendapatkan kursi pertama adalah PAN dengan jumlah 271.231 suara.

Cara menentukan kursi kedua. Berhubung PAN sudah menang pada pembagian 1 maka untuk selanjutnya PAN akan dihitung dengan pembagian angka 3. Sementara Golkar, Demokrat, Gerindra, dan PPP tetap dibagi angka 1.

  1. PAN 271 .231/3 = 90.410
    2. Golkar 178.298/1 = 178.298
    3. Demokrat 126.764 /1 = 126.764
    4. Gerindra 123.957/1 = 123.957
    5. PPP 99.140/1 = 99.140
    6. PDIP = 97.056/1

Maka yang mendapatkan kursi kedua adalah Partai Golkar dengan perolehan 178.298 suara.

Cara menentukan kursi ketiga. Untuk menentukan kursi ketiga maka PAN dan Golkar akan dibagi dengan angka 3. Sementara Partai Demokrat, Gerindra, dan PPP akan dibagi dengan angka 1.

  1. PAN 271 .231/3 = 90.410
    2. Golkra 178.298/3 = 59.432
    3. Demokrat 126.764 /1 = 126.764
    4. Gerindra 123.957/1 = 123.957
    5. PPP 99.140/1 = 99.140
    6. PDIP = 97.056/1

Maka yang mendapatkan kursi ketiga adalah partai Demokrat dengan perolehan 126.764 suara.

Cara menentukan kursi keempat. Untuk menentukan kursi keempat maka PAN, Golkar, dan Demokrat masing-masing dibagi dengan angka 3. Sementara, Gerindra dan PPP tetap dibagi 1.

  1. PAN 271 .231/3 = 90.410
    2. Golkra 178.298/3 = 59.432
    3. Demokrat 126.764 /3 = 42.254
    4. Gerindra 123.957/1 = 123.957
    5. PPP 99.140/1 = 99.140.
    6. PDIP = 97.056/1

Maka Gerindra berhak mendapatkan kursi keempat dengan perolehan 123.957 suara.

Cara Menentukan Kursi Kelima. PAN, Golkar, Demokrat, dan Gerindra masing-masing angka 3. Sementara, PPP tetap dibagi 1.

  1. PAN 271 .231/3 = 90.410
    2. Golkra 178.298/3 = 59.432
    3. Demokrat 126.764/3 = 42.254
    4. Gerindra 123.957/3 = 41.319
    5. PPP 99.140/1 = 99.140.
    6. PDIP = 97.056/1

Maka yang mendapatkan kursi kelima adalah PPP dengan perolehan 99.140 suara.

Seandainya masih ada kursi keenam, maka yang mendapatkan kursi keenam bukan PAN tapi PDIP karena perolehan suara PDIP masih lebih besar dari sisa suara PAN yang berjumlah 90.410.

Apa yang bisa dipetik dari metode Sainte Lague adalah, pertama, perolehan kursi Pileg 2014 dengan metode BPP memperlihatkan hasil yang sama dengan hasil hitung Sainte Lague.

Kedua, metode Sainte Lague baru akan terasa perbedaannya dengan metode BPP apabila menghitung banyak kursi, seperti DPRD provinsi atau DPRD kabupaten/kota.

Untuk kursi kuota kecil seperti DPR RI hasilnya cenderung sejalan dengan rangking perolehan suaranya. Urut kacang dari suara terbanyak.

Ketiga, dengan Saint Lague, sulit bagi suatu parpol mendapatkan 2 kursi atau lebih di DPR RI seperti di masa lalu. Dengan kata lain, dengan jatah 6 kursi DPR RI Dapil Sultra  di Pileg 2019 ini kemungkinan besar akan diisi 6 parpol juga. Masing-masing 1 kursi. Apalagi kalau perolehan suaranya ketat. (*)

To Top