Headline

Tersangka Mengaku Hanya Masukkan Jari, Dokter: Ada Sperma di Vagina Korban

Tersangka Nukrim (tengah) diamankan di Mapolres Kendari. (SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI, BKK- Nukrim (43), tersangka pencabulan terhadap putri bungsunya berusia 5 tahun, kepada polisi mengaku hanya memasukkan jarinya ke kelamin korban. Tapi, hasil visum dokter Rumah Sakit (RS) Bhayangkara menemukan ada cairan sperma dalam vagina gadis mungil itu.

“Berdasarkan hasil visum, terdapat luka memar di beberapa dinding alat kelamin korban. Dan, terdapat robekan pada selaput darah kelamin korban. Selain itu ditemukan juga sperma pada vagina korban,” kata Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kendari Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Jemi Junaedi, Senin (25/3).

Ia melanjutkan, dari pengakuan tersangka sebelumnya, tersangka mengaku hanya menggunakan tangannya mencabuli korban.

Dalam kondisi mabuk pada Selasa (12/3) malam, Nukrim yang sehari-harinya bekerja sebagai sekuriti di sebuah perusahaan ini, memutar video porno di handphone-nya. Lalu, sambil menonton, dia memasukkan tangannya ke alat kelamin putrinya.

“Jadi, tersangka ini diduga saat itu nafsu karena menonton video porno lewat handphone. Sambil memegang kelamin korban, saat itu tersangka juga onani,” terang Jemi menuturkan pengakuan tersangka.

Namun, dengan ditemukannya cairan sperma dalam alat kelamin korban, menurut Jemi, hal itu merupakan perbuatan keji yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri.

“Kami dari pihak kepolisian akan benar-benar memproses dengan serius kasus ini. Bahkan kami akan berikan hukuman paling seberat-beratnya pada tersangka,” tegas Jemi.

Demam dan Muntah

Dua hari setelah peristiwa itu, tepatnya Kamis (14/3), korban mulai demam dan muntah-muntah.

Kapolres Jemi mengungkapkan, sampai Sabtu (16/3), kondisi korban tidak membaik, hingga tersangka menyuruh kakak korban berinisial S (13) membawa anak tersebut ke rumah ibu kandungnya.

“Jarak antara rumah mereka hanya 150 meter. Ayah dan ibu korban ini sudah cerai tapi belum resmi, kurang lebih 2 tahun (pisah),” lanjutnya.

Sesampainya di rumah sang ibu, Jemi menyebutkan, korban kemudian dimandikan.

“Saat dibuka celana dalam korban, dia menjerit sakit dan ditemukan bercak darah pada celana dalamnya tersebut. Mengetahui hal itu, ibu korban membawa korban ke puskesmas dan melaporkan ke Polsek Abeli guna pengusutan,” kata Kapolres.

Akibat perbuatannya, tersebut tersangka dijerat Pasal 82 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pasal ini mengandung ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (p2/iis)

To Top