Lingkar Sultra

Tangani Laporan Korupsi di Bombana, Kejaksaan Masih Lakukan Penjajakan

Ilustrasi

RUMBIA, BKK – Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bombana banyak menerima laporan dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) yang terjadi di wilayah hukumnya. Namun, lembaga hukum ini masih melakukan proses penjajakan.

Hal ini diakui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Bombana, Andi Gunawan SH. Katanya, sebelum melakukan penyelidikan, pihaknya terlebih dahulu melakukan penjajakan atau pengumpulan data-data.

“Saat ini belum ada kasus korupsi yang kami lakukan penyelidikan. Tapi baru sebatas penjajakan, ” terang Andi Gunawan, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/3).

Mantan Kasipidum Kejari Kolaka ini menjelaskan, dalam menangani perkara korupsi, pihaknya penuh dengan kehati-hatian. Baik dari proses pengumpulan data hingga sampai ke tahap penyidikan.

“Komitmen kami di sini, dalam memulai sesuatu itu, terutama perkara korupsi harus lebih berhati-hati arena kekhawatirannya, jangan sampai ke depannya ada beberapa persoalan yang terjadi, ” jelasnya.

Dirinya menegaskan, jika tengah melakukan pengumpulan data, pihaknya menemukan perbuatan melawan hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dirinya tidak segan-segan menindaklanjuti perkara itu hingga ke proses persidangan.

“Yang pasti semua laporan yang masuk itu akan ditelaah kembali. Hanya saja, jika ke depannya terbukti melawan hukum maka kami akan tindaklanjuti dan memprosesnya, ” tegasnya.

Dikonfirmasi terkait laporan dugaan korupsi apa saja yang masuk di Kejari Bombana, dirinya menolak untuk menyebutkannya. Pasalnya, kata dia, saat ini pihaknya masih akan kembali melakukan peninjauan ulang terkait laporan itu.

“Laporan itu ada, tapi kami belum bisa sebutkan karena tadi itu, dalam menangani perkara korupsi itu harus penuh dengan kehati-hatian, ” tutupnya. (cr5/ nur)

.

ARSIP

To Top