Headline

Polisi Tetapkan 6 Satpol PP Tersangka

Polisi membubarkan paksa demonstrasi dengan menyemprotkan air dengan water cannon, memicu kericuhan antara aparat dan pengunjuk rasa.

KENDARI, BKK- Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menetapkan 6 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagai tersangka penganiayaan terhadap mahasiswa dan warga saat unjuk rasa tolak tambang di Pulau Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) pada 6 Maret lalu.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ilham Saparona menerangkan, berdasarkan keterangan beberapa saksi dan alat bukti rekaman video yang diserahkan oleh pelapor, pihaknya menetapkan 6 anggota Satpol PP sebagai tersangka penganiayaan dari dua mahasiswa yang melapor.

Dari 5 orang itu, 4 di antaranya tersangka penganiayaan pada korban, Adi Mulyono, dan 2 tersangka lainnya yang menganiaya korban, Suharno.

“Kita sudah lakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa saksi-saksi termasuk anggota Satpol PP,” terang Ilham, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/3).

Ilham menyebutkan, pihaknya tidak melakukan penahanan pada 6 enam  satpol PP yang menjadi tersangka tersebut. Pasalnya, kata dia, keenamnya masih bersifat kooperatif.

“Ketika dipanggil oleh penyidik untuk pemeriksaan, mereka hadir. Jadi, saat ini kami tidak lakukan penahanan,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, Ilham para tersangka dikenakan Pasal 170 dan Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penggunaan Tindak Kekerasan secara Bersama-sama. Ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara. (p2/iis)

.

ARSIP

To Top