Bisnis & Ekonomi

Menunggak Rp2 Miliar, Asuransi Bumi Putera Kendari Didemo Nasabahnya

Suasana mediasi antara Kepala Kantor Cabang Kota Kendari (kanan), Kepala Sekolah, dan guru yang ada di Kendari. (FOTO : SUMARDIN/BKK)

KENDARI, BKK – Menunggak pembayaran asuransi nasabahnya sebesar Rp2 miliar, Asuransi Bumi Putera Cabang Kota Kendari didemo nasabahnya.

Pantauan yang dilakukan wartawan koran ini, puluhan nasabah yang terdiri dari Kepala Sekolah (Kepsek) dan guru di Kota Kendari dan nasabah lainnya.

Selaku nasabah, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kendari Ali Koua menjelaskan, sebelumnya pihaknya dan asuransi bekerja sama terkait beasiswa pendidikan, sejak 2010 lalu.

“Tapi, sekira Juli-Agustus kontrak kami telah jatuh tempo kontrak, dan pihak asuransi bumi putera berjanji akan mencairkan uang asuransi kepada kami,” ujar Ali Koua, Senin (25/3).

Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan pihak Asuransi Bumi Putera hingga kini belum  mencairkannya, padahal sebelumnya pihak asuransi sudah berjanji akan membayarkan uang asuransi kepada nasabah sesuai kontrak yang disepakati.

“Saya sendiri mempunyai uang sekira Rp13 juta yang harus dibayarkan pihak asuransi bumi putera. Kita tidak tahu apa masalahnya. Kami sudah dijanjikan berkali-kali, terakhir Maret ini akan dibayarkan tetapi sampai hari ini belum ada kejelasan juga,” keluhnya.

Ditanya soal ini, Kepala Kantor Asuransi Bumi Putera Cabang Kendari Rahman menuturkan, persoalan ini sebenarnya sudah diambi alih Kantor Pusat Asuransi Bumi Putera di Jakarta.

“Kami juga belum mengetahu secara pasti apa yang menyebabkan hingga kini uang nasabah sebesar Rp2 miliar tak kunjung dicairkan,” tepisnya.

Dia mengaku, memang ada sebesar Rp2 miliar uang nasabah di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang harus dibayarkan pihak asuransi bumi putera.

“Makanya, kami akan melayankan surat kepada pihak Asuransi Bumi Putera pusat. Semoga saja dengan begitu ada kepastian pembayarannya,” tuntasnya. (cr1-p4/r2)

To Top