Beranda

2018, Pengidap Tuberkulosis di Sultra Tembus 4.686 Jiwa, Muna Terbanyak

KENDARI, BKK- Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat, 4.686 jiwa terjangkit tuberculosis (Tbc) pada 2018. Bahkan, 39 di antaranya masuk kategori kolaborasi tuberkulosis dan human immunodeficiency virus (HIV).

“Kasus Tbc terbanyak yakni di Muna yang berjumlah 698 jiwa. Disusul Kota Kendari 693 jiwa. Selain itu untuk kolaborasi kasus TB dan HIV sebanyak 39  kasus. Untuk perpaduan Tbc-HIV, terbanyak di Kendari berjumlah 10 orang,” terang Kadinkes Sultra Zuhuddin Kasim dalam rapat kerja teknis (rakontek) progam prioritas pencegahan dan pengendalian penyakit menular (PM) maupun penyakit tidak menular (PTM), Kamis (21/3).

Ditambahkan, Tbc resisten obat (RO) di Sultra sebanyak 66 pasien dan yang selesai pengobatan sebanyak 18 orang, lost follow up (kehilangan tindak lanjut) 7 orang, meninggal 12 orang, dan yang masih lanjut pengobatan hingga 2019 sebanyak 29 orang.

Zuhuddin menuturkan, untuk menghindari penyakit tersebut, masyarakat harus menerapkan gaya hidup sehat, sebagai bentuk kesadaran diri.

“Dengan adanya kesadaran masyarakat untuk mengecek kondisi kesehatan secara berkala, menghindari asap rokok, rajin melakukan aktivitas fisik, makan dengan gizi seimbang, istirahat yang cukup, serta kelola stres. Bila semua itu dilakukan, kondisi kesehatan bisa terkontrol dengan baik,” jelasnya.

Selain itu, sambung Zuhuddin, penting juga untuk terus dilakukan sosialisasi demi meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat.

Dibeberkan, PTM yang ada di Sultra yaitu hipertensi sebanyak 29.239 jiwa. Ini yang baru tercatat karena kemungkinan masih ada tidak dikonsultasikan ketika mengidap PTM ini.

“Mengingat PTM sangat jarang dikonsultasikan bila serangannya belum benar-benar dirasakan. Pengecekan sejak dini sangat jarang dilakukan,” ujarnya. (p3/man)

To Top