Kasuistika

Polda Sultra Masih Lakukan Penyelidikan

KENDARI, BKK- Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Daeran (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Harry Goldenhart menyebutkan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan penganiayaan yang diduga dilakukan oknum satuan polisi pamong praja (Satpol PP).

“Saat ini masih proses peyelidikan. Sesuai laporan, ada 6 oknum Satpol PP yang diduga melakukan penganiayaan saat demonstrasi pada Rabu (6/3) lalu,” terang Harry saat ditemui di Mapolda Sultra, Kamis (14/3).

Proses penyelidikan penganiayan tersebut, kata Harry, sesuai dengan perintah Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sultra Brigader Jenderal Polisi (Brigjenpol) Iriyanto SIK, yang akan dilakukan  secara transparan.

“Saat ini kami sudah memeriksa beberapa saksi. Kita juga lagi mengumpulkan barang bukti berupa video atas kejadian pengeroyokan itu,” terang Harry.

Diberitakan sebelumnya, penganiayaan yang diduga dilakukan  oknum aparat Satpol PP tersebut terjadi saat unjuk menuntut pencabutan izin usaha pertambangan (IUP) di Pulau Wawonii yang berakhir ricuh. Bentrok massa dan aparat keamanan tersebut terjadi di Kantor Gubernur Sultra, Rabu (6/3).

Salah satu mahasiswa, Suharno (19), menjadi korban dan mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh, serta pelipis matanya robek akibat keberingasan sejumlah oknum Satpol PP dalam aksi unjuk rasa itu.

Akibat peristiwa yang dialaminya, mahasiswa fakultas hukum yang juga warga Wawonii tersebut telah melapor ke Polda Sultra, Kamis (7/3). Ia melaporkan 6 oknum anggota Satpol PP yang diduga telah melakukan aksi pengeroyokan pada dirinya. (p2/nur)

To Top