Headline

Warga Wawonii Berencana Kembali Gelar Demo Hari Ini

KENDARI, BKK- Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia Konawe (IPPMIK) bersama Front Rakyat Sultra Bela Wawonii menyesalkan keputusan Gubernur Sualwesi Tenggara (Sultra) yang hanya membekuan sementara 15 izin usaha pertambangan (IUP) di Pulau Wawonii Kabupaten Konawe kepulauan (Konkep), bukanya mencabut secara permanen.

Ketua IPPMIK Kendari Arjuna melalui sambungan telepon mengungkapkan, Selasa (12/3), pihaknya dan masyarakat Wawonii merasa sangat kecewa, tadinya masyarakat berharap Gubernur Ali Mazi bisa mengambil sikap tegas dengan mencabut IUP, kenyataannya hanya pembekuan sementara.

“Apalagi, sikap gubernur kami anggap lamban dalam mengambil sikap. Tuntutan kami bersama masyarakat Wawonii sangatlah berdasar,” kata Arjuna.

Ia juga mengungkapkan, pihaknya dan masyarakat Wawonii akan kembali melakukan aksi demo, dengan tuntutan yang sama, yaitu mencabut 15 IUP. Rencananya, demo akan dilakukan pada Rabu (13/3).

“Jadi, sebelum ada kejelasan tentang pencabutan IUP, kami akan terus turun ke jalan. Dan, kami akan terus melakukan aksi yang sama dengang jumlah massa yang besar. Saya lagi tunggu masyarakat Wawonii yang akan tiba di Kendari lalu sama-sama menggelar aksi besok (hari ini, red),” ungkap Arjuna, kemarin.

Masih berkait dengan itu, ia meminta Gubernur Ali Mazi memproses hukum semua aparat yang terlibat dalam penganiayaan terhadap masyarakat saat unjuk rasa 6 Maret.

Berkait kebijakan pencopotan Kasatpol PP Sultra, menurut dia, tentunya masalah ini tidak berarti terhenti sampai di situ.

“Aparat, dalam hal ini oknum Satpol PP yang terbukti telah melakukan penganiayaan terhadap massa aksi, agar secepatnya diproses hukum. Jadi, itu permintaan kami kepada Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sultra selaku penanggung jawab keamanan,” tutupnya, kemarin. (p1/iis)

To Top