Arena

Bukan Pemain Asli, Peraih Medali Emas Porprov Batal Ikut Pra PON

KENDARI, BKK – Sejumlah atlet peraih medali emas pada Pekan Olahraga Provonis (Porprov) Sultra XIII, bukan pemain asli yang berasal dari daerah yang diwakilinya. Bahkan, mereka diketahui berasal dari luar Sultra.

Akibatnya, sejumlah atlet ini batal untuk diikutkan dalam prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (pra PON) 2019.

Pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra sendiri, sebelumnya sudah memberi peringatan agar tidak menggunakan atlet dari luar daerah.

“KONI Sultra telah mengharamkan cabor memasukan atlet dari luar daerah, namun juga masih ada daerah melakukan hal tersebut. Mau tidak mau atlet tersebut tidak diperbolehkan untuk memperkuat Sultra di ajang pra PON nanti,” ujar Wakil  Ketua III KONI Sultra, Elvis Basri Uno, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/3).

Menurut Elvis, pemain luar daerah yang digunakan saat porprov itu terungkap, setelah data peraih medali emas masuk ke KONI Sultra. Di data tersebut ada beberapa daerah yang telah memasukkan atlet dari luar.

”Nama-nama atlet peraih medali emas sudah kami terima dan masih dalam tahap identifikasi lebih lanjut,” ungkapnya.

Identifikasi ini, kata dia, dilakukan untuk mengetahui asal usul atlet yang dapat mewakili Sultra pada pra PON.

”Setidaknya dapat diketahui asal usul atlet peraih medali emas di porprov lalu, sehingga dapat kita ketahui untuk mengantisipasi adanya protes dari wilayah lain,” jelasnya.

Temuan atlet luar daerah ini pun, lanjutnya, nantinya akan dibahas pada rapat tahunan pengurus KONI Sultra yang akan digelar dalam Maret ini. Pembahasan itu akan berdampak pada sanksi tegas yang akan diberikan terhadap cabang olahraga yang telah memainkan atlet dari luar Sultra.

”Masalah ini akan masuk dalam agenda rapat KONI nanti. Kita akan bicarakan sanksi tegas, apakah nantinya kita tidak ikutkan pada pra PON atau ada kebijakan lainnya. Yang jelas kami akan menunggu hasil rapat tersebut,” pungkasnya. (cr2/nur)

To Top