Bisnis & Ekonomi

Tahun Ini Ekonomi Sultra Diproyeksikan Tumbuh hingga 7,2%

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sultra, Suharman Tabrani. (tengah). (WATY/BKK)

KENDARI, BKK – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Sultra tumbuh 6,8% hingga 7,2% tahun ini.

Demikian dikatakan, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sultra Suharman Tabrani kepada wartawan koran ini Kamis (15/2). Menurutnya, pertumbuhan tersebut ditopang dengan kondisi perekonomian Sultra yang semakin membaik.

“Selain itu, pertumbuhan ekonomi Sultra tahun ini ditopan adanya pemilihan umum (pemilu) serentak April mendatang. Yang mana, pada pemilu tersebut sangat mendorong level konsumsi,” ujarnya.

Bukan hanya itu, kata dia, pertumbuhan ekonomi Sultra juga ditopang beroperasinya proyek strategis, dan adanya pembangunan infrastruktur yang dapat mendorong peningkatan investasi.

“Aspek itulah yang menjadi tolak ukur pertumbuhan ekonomi Sultra tahun ini. Karena pertumbuhan sektor tersebut, turut berkontribusi terhadap ekonomi Sultra secara umum,” paparnya.

Ia menambahkan, untuk kondisi inflasi di 2019 juga ditargetkan sesuai dengan inflasi nasional yakni dikisaran 3,5 %  sampai 1 %. Untuk itu, dia sangat berharap inflasi tahun ini dapat terkendali dengan membaiknya ekonomi Sultra.

“Untuk kondisi ekonomi hingga 2018, Indonesia tumbuh 5,2%. Stabil dibandingkan periode sebelumnya. Adapun faktor yang mendorong tumbuhnya ekonomi nasional yakni konsumsi rumah tangga di level yang tinggi, daya beli masyarakat meningkat, dan investasi juga masih sangat tinggi khususnya investasi pemerintah terkait pembangunan infrastruktur,” bebernya.

Dia mengaku, tahun lalu (2018, red), pertumbuhan ekonomi Sultra berada diatas pertumbuhan ekonomi nasional yakni 6,4%. (p4/r2)

To Top