Beranda

Tower Haji Sultra Gagal Dibangun Tahun Ini

KENDARI, BKK – Tower atau menara haji Sulawesi Tenggara (Sultra) gagal dibangun tahun ini. Padahal, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp130 miliar.

Gagalnya pembangunan gedung ini diakibatkan belum adanya sertifikat tanah. Gedung 5 lantai ini rencananya dibangun di Asrama Haji, Jalan Wulele Kelurahan Bonggoeya Kecamatan Wua-Wua Kota Kendari.

Tower haji itu sudah direncanakan dibangun tahun ini. Kami terkendala hanya semata-mata sertifikat. Jadi sekarang sedang diproses (sertifikat),” ujar Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Kabid PHU) Kantor Wilayah Kemenag Kanwil (Kanwil) Kemenag Sultra La Maidu melalui sambungan telepon, Minggu (10/2).

Karena, sambung dia, untuk membangun tower haji tersebut, Kemenag RI mensyaratkan harus ada kejelasan status tanah.

“Kalau masih hibah, tidak bisa proses. Tanah pemda juga kalau belum diserahkan resmi, tidak bisa. Itu pun juga harus bersertifikat atas nama kemenag,” terangnya.

”Jadi, sekarang sudah klir, kita tinggal menunggu tahun 2020, tower haji ini sudah akan dibangun di atas lahan Asrama Haji,” tambahnya.

Maidu membeberkan, pihaknya sudah mengusulkan anggaran pembangunan sebesar Rp130 miliar ke Kemenag RI. Usulan tersebut direspon baik pihak terkait.

Tower haji ini akan dibangun 5 lantai, sesuai dengan anggaran yang sudah diusulkan. Saya optimis, dengan adanya embarkasi dan tower haji, garafik prekonomian di Sultra bisa bergerak naik. Sebab, setiap tahunnya akan menjadi persinggahan tamu Allah SWT yang akan menuju ke Baitullah,” pungkasnya. (cr2/man)

To Top