Lingkar Sultra

Tak Sejalan dengan Bupati, Pejabat OPD di Kolut Siap-siap Dicopot

(Foto,MANSIRAL/BERITA KOTA KENDARI)
Bupati Kolaka Utara, Drs H Nur Rahman Umar MH saat melantik dan mengambil sumpah pejabat stuktural di lingkup pemerintahannya.

LASUSUA, BKK – Bupati Kolaka Utara (Kolut), H Nur Rahman Umar, telah melantik sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hasil lelang terbuka di lingkup pemerintahannya baru-baru ini.

Selain melantik sejumlah pimpinan OPD, Nur Rahman  juga melantik pejabat administrator dan kepala puskesmas.

Pejabat yang dilantik di  Aula Pemda Kolut, Minggu (10/2), berdasarkan Keputusan Bupati Kolut Nomor 821.2/1 3/2019  8 Februari 2019 itu, terdiri 13 pejabat eselon IIb, 16 pejabat administrator dan 5 kepala puskesmas.

Adapun sejumlah pimpinan OPD yang dilantik di antaranya kepala dinas (kadis) pekerjaan umum (PU) Mukramin SE MM, kadis tanaman pangan dan hortikultura Drs Syamsu Ridjal, serta sekertaris  DPRD Hairil SPd MSi.

Dalam perombakan pejabat  ini,  Kepala Bagian (kabag) Humas dan Protokoler Kolut  juga mengalami pergantian. Pejabat lama Drs Ramang yang dilantik menjadi kepala dinas polisi pamong praja, digantikan oleh Andi Adha Arsad SSos yang sebelumnya menjabat sebagai staf di lingkup Pemkab Kolaka.

Saat menyampaikan sambutannya di kegiatan pelantikan tersebut, Nur Rahman mengungkapkan, dalam suatu pemerintahan daerah, promosi dan mutasi jabatan merupakan hal yang lumrah dilakukan. Apalagi, OPD yang kosong ditinggal pejabatnya pensiun harus segera diisi untuk melakukan pelayanan masyarakat.

“Semua pejabat yang dilantik saat ini merupakan hasil seleksi terbuka yang diatur dan disyaratkan dalam undang-undang. Semua yang mengikuti lelang jabatan telah memenuhi kriteria  dan diuji tim penguji yang profesional dan yang dinyatakan lulus dengan nilai terbaik yang diajukan di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,” kata Nur Rahman.

Menurut Nur Rahman, dirinya memberikan apresiasi pada sejumlah ASN yang mengikuti seleksi terbuka tersebut. Namun, jumlah jabatan yang tersedia terbatas sehingga ada beberapa nama yang telah lulus tapi belum terakomodir agar berbesar hati.

“Saya sangat berharap bagi mereka yang belum terakomodir dalam jabatan agar kiranya bekerja yang maksimal menunjukkan kinerja terbaiknya, memberikan pelayanan pada masyarakat yang maksimal,” ujarnya.

Dalam memberikan penilaian, lanjutnya, seorang pimpinan tidak hanya menilai dari kualitas  dan intregritasnya . Namun, juga  berdasarkan loyalitas dalam mewujudkan  visi dan misi pemerintahan.

Ia pun mengaku, tidak akan segan-segan mencopot pejabat OPD yang tidak sejalan dengan dirinya dalam menjalankan roda pemerintahan di Kolut.

“Kami akan terus melakukan evaluasi terhadap kinerja semua kepala OPD. Apabila ada kepala OPD yang bekerja tidak sejalan dengan program yang telah dicanangkan dan tidak tercapai target yang telah direncanakan, maka Kepala OPD atau pejabat apa pun akan di non aktifkan,” tegasnya. (r6/nur)

To Top