Kasuistika

Lakukan Penggerebekan, Polisi Tak Temukan Tie Saranani

Rumah orang tua Tie Saranani saat penggerebekan, Minggu (6/1) malam. (IST.)

KENDARI, BKK – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menerima laporan bahwa Tie Saranani terlihat di  rumah orang tuanya, yang terletak di Jalan Mayjend S Parman Kelurahan Kemaraya Kota Kendari.

Menyikapi laporan tersebut, Minggu (6/1) malam, penyidik  Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra melakukan penggerebakan di tempat itu.

Namun, hasilnya polisi pulang dengan tangan kosong karena tidak berhasil menemukan Tie Saranani.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sultra Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Yandri Irsan menyebutkan, salah satu upaya untuk mengejar pelaku kejahatan dengan cara melakukan penggerebekan di lokasi tempat diduga tersangka bersembunyi.

“Kami menerima laporan bahwa Tie Saranani ada di situ. Kemudian, tim penyidik menindaklanjuti laporan itu,” ungkap Yandri saat ditemui di Mapolda Sultra, Senin (7/1).

Yandri menyebutkan, saat proses penyelidikan, keluarga Tie Saranani tidak bersifat kooperatif dengan tidak mau membuka pintu rumah.

Sehingga, penyidik harus melakukan penggerebekan. Namun, sebelumnya sudah ada koordinasi dengan Lurah Kemaraya dan dibantu tim dokter rumah sakit untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan dan hasilnya Tie Saranani tidak ada ditempat itu,” ujarnya.

Terkait apakah laporan tersebut benar Tie Saranani atau tidak, Yandri belum bisa memberikan komentar. Namun, pihaknya akan tetap melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut.

“Kami harap keluarga bersifat kooperatif. Jika terbukti ada pihak yang sengaja menyembunyikannya (Tie Saranani), maka akan kami jadikan tersangka baru atas dugaan menyembunyikan pelaku kejahatan,” kata Yandri.

Diketahui, Tie Saranani alias Titin Suryana, kini tidak hanya menjadi tersangka dalam kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Rektor Universiras Halu Oleo (UHO), Muhammad Zamrun.

Namanya kini telah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh penyidik Dit Reskrimsus Polda Sultra. (p2/nur)

To Top