Kasuistika

Gunakan Handak, Nelayan Asal Kabaena Diamankan Polisi

Opang (baju hijau) saat diamankan pihak kepolisian karena menangkap ikan dengan menggunakan handak. (foto: Rudy/BKK)

RUMBIA, BKK – Kepolisian Resor (Polres) Bombana mengamankan salah seorang nelayan asal Pulau Mataha Kelurahan Sikeli Kecamatan Kabaena Barat Kabupaten Bombana, Senin (7/1).

Nelayan bernama Opang (56) itu, terbukti membawa bahan peledak (handak) berupa bom ikan rakitan saat menangkap ikan di perairan Desa Pongkalaero Kecamatan Kabaena Selatan.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bombana Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Andi Adnan Syafruddin mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari masayarakat jika terjadi ledakan di tempat kejadian.

“Atas laporan itu kita langsung menerjunkan anggota untuk kemudian dilakukan pengecekan. Alhasil kami temukan pelaku (Opang, red) tengah menangkap ikan dengan cara menggunakan bom ikan, ” kata Andi Adnan.

Ia menambahkan, dari tangan tersangka tim Polres Bombana berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa delapan botol yang berisikan pupuk amuniumnitrat yang digunakan membuat  bom ikan.

“Bom ikannya itu sudah dirakit tinggal digunakan (diledakkan). Selain itu juga kita berhasil mengamankan BB berupa satu buah korek gas, satu unit perahu kayu dan satu unit mesin kompressor yang digunakan pelaku saat menangkap ikan, ” jelasnya.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 84 ayat (1) juncto pasal 8 ayat (3) UU RI Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan, selain itu UU RI No 44 tahun 2009 tentang Perikanan. (cr5/nur)

To Top