Aktualita

Pukat: Pertambangan Tidak Ada Pengaruhnya untuk Ekonomi Sultra

Muhamad Amsar. (MITA/BKK)

KENDARI, BKK- Pusat Kajian dan Advokasi Tambang (Pukat) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebut banyaknya perusahaan tambang di Sultra ternyata tidak mempengaruhi peningkatan ekonomi masyarakat.

Direktur Pukat Sultra Muhamad Amsar mengatakan, Kamis (3/1), kontribusi sektor pertambangan pada pendapatan asli daerah (PAD) sangat minim.

Padahal, menurut dia, perusahaan yang berada di salah satu daerah harus menjamin masyarakatnya.

“Setiap kali pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) selalunya PAD Sultra yang dominan itu masih pajak kendaraan, rumah, dan lainnya,” tutur Asmar.

Ia menilai, minimnya kontribusi sektor tambang terhadap PAD karena banyaknya pemilik izin usaha pertambangan (IUP) di Sultra yang tidak menunaikan kewajibannya terhadap daerah.

Perusahaan tambang itu, kata Amsar, hanya mengambil keuntungan dengan mengeruk kekayaan alam di Sultra dan menyisakan kerusakan lingkungan.

“Maka dari itu, kami dari Pukat akan menuntut sejumlah perusahaan tambang yang diduga kuat tidak memenuhi kewajibannya terhadap daerah tempat mereka menambang,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat, kata dia, pihaknya akan melakukan rapat terkait permasalahan perusahaan tambang yang masih ada, dan tidak tertutup kemungkinan pihaknya akan melakukan somasi perusahaan yang melalaikan kewajiban kepada pemerintah maupun masyarakat.

“Kami tidak main-main, bahkan kami sudah mengirim surat pemberitahuan terhadap tambang-tambang bermasalah ke pihak Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk ditindaklanjuti,” tutup Asmar. (p1/iis)

To Top