Pendidikan

MAN IC Adopsi Sistem Perkuliahan Jadi Program Unggulan Sekolah

Susana pose bersama beberapa siswa MAN IC yang terlibat dalam Program KIR. (Foto : Ist)

KENDARI, BKK – Dalam rangka meningkatkan pola pikir para siswanya agar lebih kritis dan terstruktur, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Kota Kendari terapkan program pembuatan Karya Ilmiah Remaja (KIR).

Program ini merupakan kegiatan yang kerap dilakukan para mahasiswa ketika akan menyelesaikan studinya.

Kepala Sekolah MAN IC Abdul Basit, Minggu (25/11) mengatakan, program ini mulai dirintis sejak awal 2018 lalu dan telah menjadi program unggulan sekolah yang wajib diikuti para siswa kelas XII.

“Meski ini baru, tetapi kita sudah berhasil meraih juara II ketika mengikuti lomba karya ilmiah tingkat nasional pada event yang diselenggarakan Universitas Internasional Semen Indonesia Gresik awal tahun lalu,” terangnya.

Ia menjelaskan, dalam pembuatan karya ilmiah ini, para siswa harus melakukan penelitian dengan penentuan judul sesuai keinginan para siswa atau berdasarkan hasil diskusi bersama guru pembimbing KIR.

“Memantapkan hasil penelitian para siswa ini, rencananya pekan ini kami akan lakukan seminar hasil dan kami hadirkan salah satu dosen dari Universitas halu Oleo (UHO) Kendari yaitu Dr Isnada MPd sebagai pembimbing utama,” jelasnya.

Terpisah, Dr Isnada dikonfirmasi akan kegiatan yang dicanangkan MAN IC Kendari menuturkan, dari hal konsultasi yang dilakukan para siswa maka secara umum hasil karya tulis ilmiyah yang dihasilkan para siswa MAN IC cukup baik, meski ada beberapa kesalahan.

“Saya apresiasi program ini, sebab dengan ini para siswa MAN IC sudah unggul dari siswa sekolah lainnya. Karena pembuatan karya ilmiah biasanya hanya dilakukan para mahasiswa,” paparnya.

Keunggulan lain, lanjut dia, dengan adanya program ini maka para siswa dapat mengasah keterampilannya sehingga mampu menjadi aktor utama di abad 21, karena mampu menguasai keterampilan mengidentifikasi masalah, menghubungkannya dengan berbagai macam fakta dan fenomena-fenomena, mensintesis semua data dan menyimpulkannya.

“Program ini dapat memperkaya kemampuan literasi siswa karena mereka mereview sejumlah literature untuk penyusunan KTI, kebutuhan membaca mereka pasti meningkat, sehingga akhirnya membentuk kebiasaan dan minat baca yang baik sebagai bekal mereka menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” pungkasnya.(m1/cr5)

To Top