Beranda

Sebagian Besar Hotel di Kota Kendari Tak Mengantongi Andalalin

Agus Sutarto. (NIRWAN/BKK)

KENDARI, BKK – Sebagian besar pelaku usaha di bidang perhotelan di Kota Kendari tak mengantongi analisis dampak lalu lintas (andalalin).

“Yang memiliki dokumen andalalin masih di bawah 50 persen,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kendari Agus Sutarto, Rabu (10/10).

Dia meminta, ke depan pelaku usaha yang bergerak di bidang perhotelan untuk memperhatikan dan segera memiliki dokumen andalalin.

Sebab, sambung Agus, jika tidak memiliki andalalin maka akan ada hambatan yang akan didapatkan. Apalagi, andalalin diurus setelah hotel sudah terbangun.

Agus menyebut, khusus di jalan kota, hotel yang sudah memiliki dokumen andalalin antara lain, Same Hotel, Grand Clarion, Sultan Raja, dan Sam Boutique Hotel.

Dibeberkan, kini pihaknya sedang melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha di bidang perhotelan di Kota Kendari.

“Perda (peraturan daerah) tentang andalalin sudah keluar sejak 2013 yang lalu. Makanya, jika ada hotel di Kota Kendari yang tidak memiliki andalalin maka akan mendapat sanksi, baik teguran maupun pencambutan izin usaha,” terangnya.

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari Rizal meminta, Dishub untuk lebih proaktif dalam mengontrol pelaku usaha perhotelan yang belum memiliki dokumen andalalin.

“Hal ini sangat penting dilakukan, agar ke depan pelaku usaha perhotelan, khususnya di jalan kota untuk memiliki andalalin,” pungkasnya. (cr6/man)

To Top