Lingkar Sultra

Polres Muna Usut Kasus Perusakan Hutan Kawasan Produksi di Mubar

RAHA, BKK – Perusakan kawasan hutan produksi sekitar 2 hektare oleh oknum kontraktor di Desa Masara, Kecamatan Napano Kusambi, Kabupaten Muna Barat, kini diusut  polisi. Kasus ini dilaporkan oleh pihak KPH Muna 6 ke Polres Muna, 5 Oktober 2018.

Hal ini diungkapkan Kasi Perlindungan dan Konservasi SDA dan Pemberdayaan Masyarakat, Muhamad Kadir  T pada koran ini dua hari lalu. Dia mengungkapkan, hutan kawasan produksi di Desa Masara itu dirusak dan digali tanahya dengan ekskavator . Kemudian tanahnya digunakan untuk proyek timbunan di wilayah Kabupaten Muna Barat.  Karena berbuatan itu telah merusak hutan, maka pihak Pemangkuan Hutan Wilayah Muna 6  melaporkan perusakan dan perambahan kawasan hutan produksi tersebut ke Polres Muna.

“Tim penyidik PPNS kita, sudah turun ke TKP dan memang benar kawasan hutan produksi di Desa Masara sudah dirusak. Bicara aturan, hal ini jelas melanggar aturan. Jangankan merambah dan merusak kawasan hutan dengan mengambil tanahnya untuk proyek timbunan, mengambil satu batang saja kayunya  tidak boleh. Pihak-pihak yang sudah merusak kawasan hutan produksi itu telah kita laporkan di Polres Muna. Sedangkan pasal yang dilanggar UU nomor 41 tentang kehutanan tahun 1999. Saat ini kita sudah hentikan aktifitas pengambilan bahan tambang gol C di sana. Alat beratnya satu unit eskavator telah diamankan di Polsek Kusambi,” ungkapnya.

Kapolsek Kusambi Iptu Laondo saat dikonfirmasi hal ini  enggan memberikan penjelasan lebih rinci terkait perkara perusakan hutan di Mubar ini. Alasannya, perkara tersebut sudah ditindaklanjuti Polres Muna.

“Memang pada saat itu, perintah Kapolres Muna agar alat berat itu harus diamankan di Polsek, tapi kan harus menggunakan mobil untuk angkat itu alat berat. Jadi untuk sementara ini, alat berat tersebut  masih di lokasi dan diberikan garis polisi. Tapi saat ini saya tidak tahu apakah alat berat tersebut sudah dibawa ke Raha (Polres Muna, red) atau bagaimana. Saya tidak tahu perkembnagannya lagi. Hari pertama itu, lengkap ada mobil dan alat beratnya di dalam. Selanjutnya nanti konfirmasi ke Kasat Reskrim,” terangnya, kemarin.

Di tempat terpisah, Kasat Reskrim Polres Muna Iptu Fitrayadi saat di konfirmasi hal ini meminta agar perkara tersebut dikonfirmasi ke bawahannya karena dirinya tidak berada di Muna. (r1)

To Top