Kasuistika

Kejari Bombana Tahan Kades Mawar

Kedua tersangka kasus dugaan korupsi ADD Mawar saat hendak digelandang ke Rutan Kelas IIA Kendari. (Foto: Rudy/BKK)

RUMBIA, BKK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bombana menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi alokasi dana desa (ADD) 2016-2017, Rabu (10/10).

Adalah Kepala Desa (Kades) Mawar Kecamatan Mataoleo Kabupaten Bombana Sulaiman K dan Bendahara Desa Mawar Arfan Jamil.

Keduanya ditahan penyidik Kejari Bombana setelah diperiksa tersangka dan ditemukan bukti kuat dugaan korupsi dengan kerugian negara sekira Rp 350 juta.

Sebelum ditahan, keduanya terlebih dulu dilakukan pemeriksaan pemeriksaan kesehatan maupun pemeriksaan aerita acara pemeriksaan (BAP) di ruang penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bombana.

Dalam pemeriksaan itu, kedua tersangka masing-masing disodorkan sebanyak 32 pertanyaan seputar keterlibatannya dalam mengalokasikan ADD Mawar 2016-2017. Dugaan korupsi itu terjadi dalam pengadaan mesin penerangan (genset) dan pembuatan drainase serta talut.

Pantauan koran ini, usai dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, sekira pukul 14:58 Wita, kedua tersangka digelandang ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Kendari dengan menggunakan mobil tahanan Kejari Bombana.

Hanya saja, saat dilakukan konfirmasi kedua tersangka enggan memberikan komentar kepada awak media.

“Usai diperiksa, kedua tersangka langsung dilakukan penahanan,” kata Kajari Bombana Baharuddin SH MH melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Bustanil N Arifin.

Dia mengaku, belum ada hasil audit kerugian negara. Namun, berdasarkan perhitungan sementara, telah ditemukan bukti kuat indikasi kerugian negara sekira 350 juta.

“Kita juga sudah meminta pihak Inspektorat Bombana untuk kembali melakukan audit kerugian negara atas kasus ini,” bebernya.

Kedua tersangka dijerat Pasal 2, Pasal 3 dan Pasal 9 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun kurungan penjara. (k3/man)

To Top