Beranda

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Angkat Bicara

Sitti Hafni (FOTO:MITA/BKK)

KENDARI, BKK – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluhkan pembangunan perpustakaan modern yang dialihkan ke Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang.

Kepala Bidang Pengembangan dan Kegemaran Membaca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra Sitti Hafni mengaku, belum mengetahui alasan pembangunan dialihkan ke Dinas Cipta Karya.

“Iya, jadi sekarang yang mau tanggani itu dinas Cipta Karya, bukan disini (Dinas Perpustakaan) lagi. Saya kurang tahu juga apa pertimbangan DPA, sehingga mengarahkan ke dinas Cipta Karya,” keluhnya.

Padahal, sambung Hafni, pembahasan awal dilakukan Dinas Perpustakaan. Bahkan, pihaknya sudah siap-siap melakukan lelang.

Hafni mengungkapkan, berdasarkan pertemuan-pertemuan yang digelar di awal, besaran anggaran yang akan digunakan khsus untuk  perencanaan sebesar Rp 2 miliar bersumber dari APBD 2018. Sedangkan untuk biaya pembangunan akan dianggarkan pada pada APBD 2019.

“Kemarin itu, kita sudah bicarakan bangunannya nanti enam laintai. Lokasinya itu ada di samping museum Gor (gedung olahraga),” terangnya.

Di tempat berbeda, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Sultra Yaudu Salam Ajo mengatakan, dewan sangat mendukung program tersebut.

“Kita selalu mendukung dan apresiasi. Ternyata program ini diseriusi pemeritah sehingga progresnya sudah sampai ke tahap pelelangan, dan kami akan selalu mengawasi jika nantinya ada yang tidak terlaksana sesuai atruran,” pungkas politikus PKS ini. (p1/man)

To Top