Suksesi

Alasman: Parpol Hanya Bisa Terima Sumbangan Perorangan Rp 2,5 M

Alasman Mpesau (FOTO:RUL/BKK)

KENDARI, BKK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari meminta peserta pemilihan umum (pemilu) 2019 untuk hati-hati terhadap laporan dana kampanye (LDK).

Dalam tahap II atau laporan sumbangan dana kampanye (LSDK), parpol hanya bisa menerima sumbangan perseorangan maksimal Rp 2,5 miliar.

“Sesuai ketentuan, sumbangan perseorangan ke parpol hanya dipatok pada kisaran Rp 1 miliar hingga Rp 2,5 miliar,” kata Anggota Komisioner KPU Kota Kendari, Alasman Mpesau ditemui di ruang kerjanya, Rabu (10/10).

Jika melebihi jumlah itu, jelas dia, maka dana tersebut tidak boleh digunakan dan mesti dilaporkan kepada KPU yang nantinya akan dikembalikan ke kas negara paling lambat 14 hari setelah masa kampanye terakhir.

“Hal ini juga berlaku pada sumbangan kelompok atau badan usaha non pemerintah dengan batas nominal Rp 7,5 miliar hingga 25 miliar,” jelasnya.

Mantan Ketua Panwasli Kota Kendari ini juga menyebutkan, terkait sumbangan untuk calon Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Republik Indonesia (DPD-RI), batas sumbangan perseorangannya yaitu sebesar Rp 250 juta hingga Rp 750 juta.

“Untuk sumbangan kelompok atau badan usaha non pemerintah batas sumbangannya yaitu Rp 500 juta hingga Rp 1,5 miliar,” tambahnya.

Ia juga menambahkan, terkait sumbangan dana kampanye itu sendiri, baik sumbangan perseorangan atau kelompok, tidak mesti dalam bentuk uang, sebab bentuk barang dan jasa juga dibolehkan.

“LSDK ini prosesnya sudah berjalan, sejak 23 September dan akan berkahir pada 1 Januari 2019. Untuk pelaporannya sendiri akan kami buka pada 2 Janurai,” tutupnya.

Diketahui, untuk LDK tahap I atau disebut dengan laporan awal dana kampanye (LADK), setiap parpol peserta pemilu 2019 di Kota Kendari telah menyelesaikan semuanya dengan tepat waktu dan tanpa ada masalah. (cr5/man)

To Top