Lingkar Sultra

Kebutuhan Beras di Muna 25 Ribu Ton Per Tahun

Anwar Agigi (FOTO: FITRI/BKK)

RAHA,BKK – Sudah sebulan terakhir ini sejumlah sentra pertanian sawah  di Kabupaten Muna, mulai panen raya. Di antaranya panen raya di Kecamatan Kontukowuna seluas 25 hektare yang menghasilkan gabah kering mencapai 125 ton. Kemudian panen raya di Desa Bahutara seluas 50 hektare yang menghasilkan gabah kering mencapai 250 ton.

Demikian juga dengan sejumlah wilayah lainnya seperti di Kecamatan Parigi, La Bulubulu, Desa Tampu, Desa Kolasa, dan Wakumoro juga sudah panen raya. Luas areal padi sawah di wilayah ini mencapai 833 hektare. Meskipun sudah panen raya, namun belum mengantarkan Kabupaten Muna swasembada beras.

“Kita belum swasembada beras, meskipun banyak wilayah sentara pertanian sawah sudah panen raya. Kita butuh areal pertanian tanam padi baik sawah dan ladang kering sekitar 4.200 hektare. Saat ini areal sawah produktif di Muna baru 833 hektare saja dengan produksi rata-rata 2 sampai 3, 2 ton gabah kering per hektar. Dengan jumlah penduduk mencapai 215 ribu jiwa, maka per tahun kebutuhan beras di sekitar 25 ribu ton,” terang Plt Kadis Pertanian Kabupaten Muna, Anwar Agigi SP, Kamis (14/10).

Menurut dia, berdasarkan hitungan pihak Kementerian Pertanian, rata rata setiap penduduk di Muna membutuhkan beras 117 kg pertahun. Sedangkan hitungan BPS, kebutuhan beras setiap penduduk di Muna sekitar 113 kg per tahun.  “Saat ini memang areal persawahan kita sudah mencapai 1.082 hektare. Areal sawah ini mencapai 2.000 hektare setelah TNI masuk desa. Tapi yang ditanam padi sawah baru 833 hektare saja. Sisanya belum ditanam karena masalah irigasi. Sedangkan padi lahan kering mencapai 1.000 hektare,” tambahnya.

Disinggung mengenai varietas padi apa saja yang cocok ditanam di Muna, Anwar menjelaskan, ada berbagai macam di antaranya Ciliwung, Impara 35, dan Clara. “Semua jenis varietas padi cocok ditanam di Muna seperti Clara, Ciliwung dan Impara 35. Cuma padi Konawe yang tidak cocok,” katanya. (r1)

To Top