Beranda

PT PBI Diduga Rampas Lahan Warga

Warga yang mengkalim sebagai pemilik lahan yang diolah PT PBI saat menandatangani berita acara di Polsek Wiwirano Kecamatan Wiwirano Kabupaten Konut. (NIRWAN/BERITA KOTA KENDARI)

KENDARI, BKK – PT Pertambangan Bumi Indonesia (PBI) diduga telah menyerobot dan merampas lahan warga di Kecamatan Langgikima Desa Plora Indah Kabupaten Konawe Utara (Konut) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepada awak media, perwakilan warga pemilik lahan Hudrin Jufri mengatakan, luas lahan yang dirampas PT PBI sekira 54 hektar yang pemiliknya berjumlah kurang lebih  20 orang. Hal ini, menurutnya, membuat warga merugi hingga miliaran rupiah karena tanaman mereka juga rusak akibat menyerobotan itu.

“Awalnya lahan kami dikontrak PT PBI selama tiga tahun yakni mulai 2012 sampai 2015. Per hektarnya lahan kami dikontrak sebesar Rp 2 juta per tahun. Tapi, memasuki 2016 hingga 2018, kontrak lahan kami tidak diperpanjang lagi,” ungkap Hudrin, Sabtu (15/9) malam.

Dalam permasalahan ini, kata Hurdin, pemerintah mesti turun tangan untuk menyelesaikannya. Ia berharap ada itikad baik dari perusahaan tersebut untuk mengganti kerugian warga.

Sementara itu, juru bicara masyarakat pemilik lahan, Kasmin Syaputra, meminta kepada pihak terkait dalam hal ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Dinas Kehutanan, dan Dinas Pertambangan Sultra untuk segera menggelar hearing atau melakukan Rapat Dengan Pendapat (RDP) dengan pihak PT PBI dan warga setempat.

“Hal ini sangat penting untuk dilakukan agar jelas permasalahannya dan sesegera mungkin permasalahan tersebut terselesaikan dan hak-hak masyarakat bisa terealisasi,” jelas Kasmin.

Warga sendiri, aku dia, tidak asal mengklaim sebagai pemilik lahan yang diolah PT PBI itu. Sebab, mereka memiliki bukti kepemilikan berupa Surat Keterangan Pengusaan Tanah (SKTP) dengan Nomor 05178/DP/V/2019 yang ditandatangani oleh Camat atau PPAT Langgikima.

Selain itu, lanjutnya, warga juga telah membayar beban pajak lahannya yang mencapai ratusan ribu.

Pihak PBI sendiri, akunya, telah berjanji untuk mengganti kerugian warga berdasarkan hasil pertemuan di Polsesk Wiwirano Konut baru-baru ini. Namun, sebelum janji itu ditepati warga tersebut akan terus memperjuangkan hak-haknya.

Menanggapi hal itu, Hubungan Masyarakat (Humas) PT PBI Hikmal mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan.

“Pertemuan yang kami lakukan tersebut menghasilkan tiga kesepakatan. Yakni, masyarakat yang mengklaim lahan dan tanaman sepakat untuk tidak melakukan kegiatan apapun yang dapat mengganggu aktivitas PT PBI,” ujarnya.

Mengingat, jelas dia, lokasi PT PBI di areal kawasan. Selain itu, ia juga mengaku pihaknya siap melunasi utang sewa beskem milik warga senilai Rp 55 juta. (cr6/nur)

To Top