Kasuistika

Polda Sultra Limpahkan Berkas Tersangka Kades Pasir Putih ke Kejati

KENDARI,BKK – Proses penyidikan kasus penyerobotan lahan dengan tersangka Kepala Desa (Kades) Pasir Putih Kecamatan Wawonii Barat Konkep, Haslim, telah dirampungkan Kepolisian Daerah (Polda) Sultra. Kini, berkas perkara tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra.

Kasubbid Penmas Polda Sultra Kompol Agus Mulyadi mengatakan, berkas perkara penyidikan kasus penyerobotan lahan yang dilaporkan Polo Nusantara itu, telah  dibawa ke Kejati Sultra pada awal pekan ini.

“Saat ini masih menunggu hasil penelitian berkas perkara kejaksaan untuk proses hukum selanjutnya,” ungkap Agus saat ditemui di ruang kerjanya,  Jumat (14/9).

Agus menjelaskan, kasus ini berawal ketika Polo Nusantara selaku pemilik lahan seluas 2.060 meter persegi melaporkan kasus penyerobotan lahan di Polda Sultra pada 23 Agustus 2017 lalu dengan terlapor yakni Bupati Konkep.

“Di atas lahan tersebut saat ini telah berdiri perumahan yang dibangun oleh pihak pemerintah daerah setempat, serta bangunan itu didirikan tanpa izin dari pemilik lahan yakni Polo Nusantara,” ungkapnya.

Setelah proses penyidikan oleh  Direktorat Reserse Kriminan Umum (Reskrimum) Polda Sultra,  didapatlah pangkal persoalannya yakni Kades Pasir Putih yang mengeluarkan dua Surat Keterangan Tanah (SKT) hingga ditetapkan sebagai tersangka.

“Haslim yang jadi tersangka dijemput paksa penyidik Reskrimum Polda pada Rabu 5 September 2018 karena sudah dua kali tidak dapat menghadiri panggilan,” ungkapnya.

Namun, penahanan tersangka tidak langsung dilakukan karena adanya pertimbangan tertentu dari penyidik Reskrimum Polda Sultra yang menangani kasus ini.

“Untuk sementara kasus itu masih satu tersangka. Namun berdasarkan gelar perkara yang lalu, ditetapkan ‘tersangka berteman’ jadi kemungkinan ada tersangka baru masih menunggu dari kejaksaan,” ungkapnya.

Adapun  tersangka sendiri akan dijerat dengan pasal 263 dan atau pasal 167 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman tujuh tahun penjara. (p2/nur)

To Top