Headline

Hasil Rapat BKD se-Sultra: 4 Kebijakan Penerimaan CPNSD

Ilustrasi

KENDARI, BKK- Lulusan dengan predikat cum laude mendapat kedudukan istimewa dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini. Mereka disediakan kuota 5% di tiap daerah.

Begitu salah satu poin kebijakan yang dirumuskan dalam rapat Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan BKD kabupaten dan kota, Kamis (13/9), di kantor gubernur.

Kepala BKD Sultra Nur Endang Abbas menjelaskan, cum laude berasal dari universitas negeri atau swasta, baik lokal maupun dari luar daerah.

Endang menambahkan, untuk penerimaan jurusan tiap daerah sudah barang tentu berbeda-beda, disesuaikan dengan isu-isu prioritas daerah masing-masing.

“Misalnya, ada daerah yang kekurangan dokter, jadi harus ada dokter yang lulus cum laude,” bebernya.

Di luar itu, Endang menjelaskan, penerimaan untuk lulusan strata satu (S1) mestilah memiliki dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) standar 2,6 jika dia berasal dari Sultra dan dari luar Sultra dipatok memiliki IPK 3,0.

Untuk S2 atau magister asal Sultra harus memiliki IPK 2,7. Sedangkan dari luar Sultra wajib memiliki IPK 3,0 dengan jurusan atau fakultas terakreditasi C.

Kemudian, untuk pelamar umum dan kategori dua (K2) ditetapkan batas umur 35 tahun terhitung 1 Agustus 2018.

Diketahui, penerimaan CPNS dibuka pada 19 September mendatang. Pelamar bisa mendaftarkan diri melalui portal http://sscn.bkn.go.id.

Berikut ini beberapa kuota CPNS dari sejumlah daerah di Sultra. Kota Kendari 207 orang, Kolaka Timur (Koltim) 287 orang, Konawe 165 orang, Konawe Utara (Konut) 276 orang, Kolaka 174 orang, Kolaka Utara (Kolut) 202 orang, Muna Barat (Mubar) 361 orang, Kota Baubau 152 orang, Buton Tengah (Buteng) 500 orang, Wakatobi 300 orang, Bombana 132 orang, dan Konawe Selatan (Konsel) 103 orang.(p3/iis)

 

To Top